Header Ads

https://daihatsu.co.id/

203 Warga Binaan Lapas Kelas 2B Pati Telah Mendapat Asimilasi

Kepala Lapas Kelas 2B Pati, usman, mengatakan ada 203 warga binaan yang telah mendapatkan program asimilasi.
Pati - Lapas kelas 2B Pati terhitung sejak 1 April sampai 16 Juli 2020, sudah memberikan asimilasi kepada warga binaan yang mendekam sebanyak 203 orang.

Pemberian asimilasi kepada warga binaan ini dilakukan  karena dianggap sudah memenuhi persyaratan, misalnya sudah menjalani setengah masa tahanan, berkelakuan baik dan mendapatkan surat jaminan dari pihak keluarga dan Kepala Desa.

Kepala Lapas Kelas 2B Pati Usman kepada wartawan menjelaskan, asimilasi ini diberlakukan secara nasional, sesuai surat keputusan dari Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19. Warga binaan yang mendapatkan Asimilasi dan Integrasi.

"Ini keputusan secara nasional, bahwa warga binaan yang telah menjalani setengah dari masa tahanan atau dua per tiganya tidak lebih dari desember 2020, akan mendapatkan asimilasi," katanya beberapa waktu lalu.

Rata-rata, lanjutnya, warga binaan yang mendapatkan asimilasi bukan hanya yang tersandung kasus tindak pidana ringan saja, namun juga yang tersandung kasus narkoba, atau kasus-kasus seperti pencurian, judi dan lain-lain yang sudah menjalani setengah masa tahanan.

"Sesuai data kita sudah ada sekitar 203 orang yang mendapatkan asimilasi, dan rata-rata untuk warga binaan yang mendapatkan kasus tipiring, atau kasus ringan seperti judi, pencurian dan lain-lain," ungkapnya.

Disinggung soal informasi yang berkembang di masyarakat maupun di media sosial, bahwa warga binaan yang mendapatkan asimilasi akan berulah lagi, Usman mengaku bahwa itu hanya sebagian kecil saja, dan itu disebabkan karena faktor ekonomi, apalagi dengan kondisi saat ini dimasa pandemi covid-19, rata-rata ekonomi masyarakat menengah kebawah sangat memprihatinkan. Mereka terpaksa harus melakukan pelanggaran lagi.

"Dari 203 orang yang sudah mendapatkan asimilasi, baru 2 orang yang kembali berulah, dan kita sudah warning untuk semua warga binaan yang sudah mendapatkan asimilasi, apabila melakukan tindak pidana pelanggaran lagi atau kejahatan di masa pandemi, maka akan menjalani sisa pidana yang ada, dan akan di sel tahanan, sebagai langkah tegas dan perintah langsung dari menteri," pungkasnya.(WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.