Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Akhir Drama Pelarian Djoko Tjandra

Djoko Tjandra sesaat setelah turun dari pesawat khusus yang digunakan untuk menjemputnya dari Malaysia, Kamis (30/7). Foto : Kumparan.
Jakarta - Bak kisah drama, pelarian buronan kelas kakap, Djoko Sugiarto Tjandra alias Djoko Tjandra menjadi perhatian kalayak belakangan ini.

Kisah pelariannya seolah dia hidup di negeri dongeng. Betapa tidak, dia dengan mudahnya kabur ke luar negeri dan kembali lagi ke Indonesia dengan mendapatkan "keistimewa" dari oknum aparat penegak hukum.

Tiga Jenderal Polisi tersangkut ulahnya. Satu Jaksa pun demikian. Malahan, proses penelusuran pihak yang membantu upaya Djoko Tjandra itu berkelit dan kabur pun masih dilakukan.

Hari ini, Kamis (30/7), akhirnya Djoko Tjandra ditangkap. Seolah ini klimaks dari drama pelariannya. Setelah sebelumnya, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane dengan lantang menyebutkan Djoko Tjandra ada di sebuah apartemen di Malaysia. Bahkan dengan detil dia menyebutkan letak unit milik si buronan kasus casie Bank Bali itu.

Menurut Neta S. Pane kala itu, Djoko Tjandra terbang ke Malaysia pada akhir Juni lalu. Dia saat ini sudah berada di apartemennya lantai 106 Apartement Exchange Kuala Lumpur, Malaysia.

Djoko Tjandra terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, diduga dari Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta. Djoko Tjandra bersama dua orang lain kabur dengan jet pribadi. Saat hendak naik ke jet pribadi itu, Neta mengatakan ketiganya sempat berswafoto sambil mengangkat dua jarinya.

Meskipun pihak Kejaksaan Agung menyatakan belum mengetahui keberadaan buronan kakap itu, namun akhirnya pada Kamis (30/7), Pihak Kepolisian Republik Indonesia menyatakan pihaknya telah berhasil menangkap Djoko Tjandra di Malaysia.

Semua media, terutama televisi nasional menyiarkan langsung aksi pemulangan Djoko Tjandra yang dipimpin secara langsung olah Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Buronan itu dibawa ke Jakarta menggunakan pesawat khusus. Sekitar pukul 22.40 WIB pesawat yang membawa rombongan Bareskrim yang menangkap Djoko Tjandra mendarat di Halim Perdana Kusuma Jakarta.

Terlihat saat menuruni pesawat Djoko Tjandra menggunakan rompi oranye dan diborgol. Ia kemudian mengenakan masker saat berjalan. Buronan ini dikawal sejumlah Polisi dan juga terlihat Kabareskrim Mabes Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Belakangan beredar video yang ditayangkan TVOne, video yang diduga saat Djoko Tjandra bersama polisi yang menangkapkan keluar dari bangunan yang diduga apartemennya tanpa diborgol dan bercelana pendek serta mengenakan kaos merah. 

Tak ada guratan sakit di wajah Djoko Tjandra. Sebelumnya, ketika ia tidak hadir di sidang Peninjauan Kembali kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, disebutkan kuasa hukumnya dia sedang sakit.

Wajah Djoko Tjandra ketika digiring dari pesawat menuju kendaraan yang membawanya ke Mabes Polri pun seolah membantah pernyataan kuasa hukumnya. Atas kasus ini, kuasa hukumnya, Anita Kolopaking ditetapkan juga sebagai tersangka karena diduga membantu pelarian diri Djoko Tjandra.

Atas peristiwa penangkapan ini, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan penangkapan tersebut merupakan bukti komitmen Polri.

"Tapi prinsipnya komitmen kita semua menangkap Pak Djoko Tjandra dan berhasil malam ini dalam perjalanan ke Jakarta," kata Argo di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (30/7).



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.