Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Aliansi Peduli Sopir Oba Lakukan Aksi Tuntut Pembangunan Terminal Transit Payahe

Aksi Demo Sopir Oba menggelar unjuk rasa tuntut pembangunan terminal transit Payahe, Rabu (8/7).


Tidore - Rabu, 8 Juli 2020, di Kelurahan Payahe Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara,  telah di laksanakan Aksi Unjuk Rasa oleh Aliansi Peduli Sopir Kecamatan Oba.

Aksi itu dilakukan sebagai bagian dari bentuk Kekecewaan atas Keputusan Dinas Perhubungan Kota Tikep yang tidak menyetujui tuntutan Organda Oba untuk membuat Terminal Transit di Kelurahan Payahe Kecamatan Oba Kota Tikep.

Berdasarkan pantauan media ini di lokasi, massa menggunakan 1 Unit Mobil Truck di (lengkapi sound sistem) dan membentangkan spanduk dan Kertas Karton yang bertuliskan “ Sopir Oba Butuh hak dan Keadilan” dan “Turunkan Kadishub Kota Tikep”.

Massa aksi berkumpul di Desa Tului, Kecamatan Oba dan melakukan konvoi dengan menggunakan kendaran roda empat sebanyak 21 unit menuju Kelurahan Payahe, Kecamatan Oba, Kota Tikep.

Massa aksi tiba di Kelurahan Payahe tepatnya di lokasi yang akan di bangun terminal Transit Payahe dan langsung melaksanakan Orasi.

Salah satuh orator, Yuslan Gani, menyampaikan, "Kami mewakili seluruh Sopir Lintas Kelurahan Payahe mendesak agar Pemerintah Kota Tikep segera merespon dan datang untuk melaksanakan hearing di Kelurahan Payahe."

Dalam orasinya dia juga menyampaikan, jika tuntutan mereka tidak diindahkan maka mereka akan terus melaksanan aksi dan melakukan transit penumpang baik itu mobil lintas Sofifi-Weda maupun Weda-Sofifi.

Sartono Halek, peserta aksi, dalam orasihnya juga menyampaikan, "Kepada seluruh masyarakat Kecamatan Oba kami selaku Organda Sopir Payahe merasa di anak tirikan oleh Pemkot Tikep, sehingga kami menegaskan kepada Pemerintah Kecamatan Oba untuk segera menghadirkan Pemkot Tikep di Kelurahan Payahe Kecamatan Oba Kota Tikep."

Irfandi Mustafa, salah satu sopir angkutan yang menggelar aksi mengatakan, mereka mengharapkan agar Camat Oba untuk segera berkordinasi dengan Pemkot Tikep terkait dengan tuntutannya. Apabila tidak direspon oleh pemerintah, maka mereka akan melaksanakan aksi susulan.

Adapun tuntutan Massa itu antara lain : 1. Penumpang Sofifi-Weda dan Weda-Sofifi Harus melakukan Transit di Kelurahan Payahe. 2. Mendesak Walikota dan Wakil Walikota Tikep untuk segera hadir dan melaksanakan hearing di lokasi aksi terkait dengan Peresmian pangkalan transit di Payahe. 3. Mendesak Walikota Tikep agar Copot Kadis Perhubungan Kota Tikep. 4. Meminta kepada DPRD Tikep dan DPRD Provinsi Maluku Utara untuk memperjuangkan Hak Sopir Oba yang selama ini dianaktirikan.

Dalam aksi itu, massa aksi melakukan pemboikotan dan pemalangan jalan utama sehingga mengakibatkan kemacetan total di Kelurahan Payahe.

Camat Oba beserta Kanit Reskrim Polsek Oba dan Lurah Kelurahan Payahe melakukan kordinasi dengan Kordinator Aksi untuk membuka kembali Pemalangan jalan tersebut, dan palang tersebut kemudian dibuka oleh massa aksi sehingga arus lalu lintas sudah normal kembali, namun untuk mobil lintas yang membawa penumpang tetap dilaksanakan transit.

Camat Oba dan Lurah Kelurahan Payahe beserta Kapolsek Oba yang diwakili Kanit Provos Bripka. R. Latupono melaksanakan Hearing dengan masa aksi.

Dalam hearing tersebut Camat Oba, Lurah Payahe dan Kanit Provos Oba menyampaikan, Pemerintah Kota Tikep dalam hal ini Walikota Tikep akan melakukan pertemuan dengan Organda Sopir Payahe Pada Hari Jum’at tanggal 10 Juli 2020 di Kelurahan Payahe.

Ketua Organda Sopir Payahe, Isnain Tawari menyampaikan, sambil menunggu Pemkot Tikep Organda Sopir Payahe akan melakukan transit Jum’at tanggal 10 Juli 2020 dan kegiatan transit dilakukan di Terminal Transit sehingga tidak menganggu jalannya arus lalu-lintas. Massa aksi membubarkan diri, sampai saat ini situasi masih dalam keadaan aamn terkendali.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.