Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Anggota DPRD Kota Tikep Soroti Kinerja Perusda AMAN Mandiri

Wakil Ketua I DPRD Kota Tikep Mochtar Djumati.
Tidore – Perusahan Daerah (Perusda) AMAN Mandiri, mendapat sorotan pedas dari DPRD Kota Tidore Kepulauan (Tikep).

Perusda AMAN Mandiri sejak didirikan hingga kini belum memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah. Perusda itu malahan menyebabkan kerugian bagi daerah. Hal itu lantaran, Perusda AMAN Mandiri setiap tahun mendapat suntikan dana dari APBD Kota Tikep. 

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua I DPRD Kota Tikep Mochtar Djumati. Menurutnya, apabila dilihat dari modal yang dikelola Perusda AMAN Mandiri, seharusnya memiliki kontribusi yang baik kepada daerah. Penyertaan modal Pemkot Tikep di tahun 2017 sebesar Rp 5 Milyar, 2018 Sebesar Rp 4 Milyar, 2019 sebesar Rp 1 milyar, hingga total pernyataan modal sebesar Rp 10 milyar.

Wakil Ketua I DPRD Kota Tidore Kepulauan, Mochtar Djumati, di gedung DPRD, Rabu (29/1), mengungkapkan, Pemerintah Kota Tikep telah menggelontorkan angaran sebesar Rp 10 milyar, dengan harapan dikelola dengan baik oleh Perusda AMAN Mandiri. Namun, lanjutnya, patut disayangkan, kini yang tersisa dari persediaan barang hanya sekitar Rp 600 juta-an, dan hingga saat ini sisa anggaran sebesar Rp 400.000.000, sehingga total sisa angaran yang dikelola Perusda AMAN Mandiri saat ini bersar Rp 1 milyar-an.

“Berdasarkan hasil koordinasi antara DPRD dengan pihak Perusda, pihak Perusda menyampaikan bahwa saat ini pihaknya memiliki hutang sebesar Rp 1 milyar lebih, tetapi berdasarkan penyampaian Perusda ke DPRD, kita pesimis mereka dapat mengembalikan hutang tersebut. Hingga saat ini ada yang berhutang pihak perusda, namun tidak mengetahui alamat yang bersangkutan,” ungkap Wakil Ketua I DPRD Kota Tidore Kepulauan, Mochtar Djumati.

Dirinya berharap jika Perusda AMAN Mandiri bangkrut dan dibubarkan, maka harus ada yang bertangung jawab, karena modal Perusda bersumber dari dari dana pernyataan modal yang bersumber dari APBD Kota Tikep dan bukan bersumber dari dana hibah.

“Untuk tahun 2021, saya belum bisa bekomentar, karena penyarahan modal harus memiliki indikator antara lain; pertama, dengan tujuan peningkatan produksi dan pengembangan usaha sehingga harus ada ekspansi usaha, karena terbukti bahwa penyatan modal sebesar Rp 10 milyar yang terdri dari penyertaan modal sejak tahun 2017 hingga 2020, tetapi tidak memiliki dampak yang baik terhadap daerah,” tegas Mochtar.

Politisi Partai Nasdem itu menambahkan, hingga kini Perusda AMAN Mandiri sama sekali belum memberikan kontribusi kepada Daerah.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.