Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Diduga Kecewa, SW Lapor Oknum Anggota DPRD Kepulauan Sula

Abdul Ajis Umanahu Anggota DPRD Kepsul F-Demokrat. Foto : Sarmin Drakel.
SANANA - Setelah selesai menikah, salah satu anggota DPRD Fraksi Demokrat Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Abdul Ajis Umanahu, langsung menyandang status terlapor.

Ajis Umanahu yang menyandang status sebagai terlapor karena dirinya dilaporkan oleh SW ke Polres Kabupaten Kepulauan Sula dengan Nomor Laporan STTLP/106/VII/2020/SPKT tertanggal 16 Juli 2020 atas dugaan kasus pencemaran nama baik.

Abdul Ajis yang dikonfirmasi sejumlah awak media dikediaman pribadinya di Desa Waiboga Kecamatan Sulabesi Tengah, mengatakan, merasa heran kenapa Sandra Weu melaporkan dirinya di Polres Kepsul.

Ajis menduga, persoalan ini muncul saat dirinya mempersunting gadis pujaan dirinya asal Desa Bega sehingga diduga SW kecewa. Ajis mengutarakan, dengan munculnya laporan SW di sela-sela pernikahannya, membuat dirinya dan keluarganya serta keluarga isterinya terkejut.

Ajis mengatakan, "Bagi saya menikah itu adalah prinsip, wanita yang saya nikahi harus pilihan hati saya dan keluarga, jadi bukan memaksakan kehendak."

Meskipun begitu, Ajis yang baru selesai menikah pada hari Selasa, 14 Juli 2020, mengaku sangat menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan.

Menurutnya, dirinya belum bisa memenuhi panggilan klarifikasi pihak Kepolisian Polres Kepulauan Sula atas loporan SW, karena dirinya baru saja melangsungkan pernikahan dan masih dalam suasana berbulan madu.

"Sebagai warga negara yang baik saya menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan, namun ini kan masih dalam suasana berbahagia. Bahkan terkait masalah ini, nanti saya akan konsultasikan ke Pimpinan saya dalam hal ini Ketua DPRD dan Badan Kehormatan (BK). Nanti kita lihat saja," ungkap pengantin baru itu sambil tersenyum.

Ketika ditanya apakah dirinya akan menggunakan Haknya sebagai Anggota Dewan, yakni Hak Imunitas dimana seorang anggota Dewan sebagaimana diatur dalam UU MD3 tidak serta-merta bisa dituntut dimuka pengadilan, dirinya belum berfikir sampai kesitu. "Saya yakin ini hanya persoalan salah paham dan dirinya yakin bahwa dirinya bukan seperti yang dilaporkan SW," tandasnya.

Bahkan Ajis mengungkapkan, si pelapor SW itu sebelumnya diduga mengganggunya baik dalam persoalan pekerjaan sebagai anggota DPRD Kepulauan Sula maupun masalah pribadinya.

Ajis menambahkan, sebelumnya dia diancam oleh pelapor. "Dia ancam saya akan di PAW, dia bilang saya bukan kader partai yang baik dan bukan dewan yang baik," ungkap Ajis.

Dari bahasanya waktu itu, masih menurut Ajis, membuat dirinya pun geram. "Anda ini siapa, apakah anda Ketua DPRD, Ketua Fraksi, Ketua Komisi atau anda Ketua DPC Partai saya atau Ketua Bapilu, kan tidak mengerti saya," ucap Ajis menyangkut si pelapor.

"Bahkan hal yang menyakitkan pernah saya rasakan, di mana saat saya sedang membersihkan rumah dinas DPRD di Desa Mangega Kecamatan Sanana Utara, pelapor SW juga mengatakan kepada saya bahwa 'Iyo Kasi Bersih Par Orang Lain Tinggal, Karena Sadiki Lagi Ose (Kamu) di PAW'. Mendengan bahasa pelapor waktu itu namun saya tetap bersabar," cerita Ajis.

Sementara itu, orang tua dan keluarga Ajis Umanahu yang sempat ditemui pihak media juga mengatakan hal yang sama, mengaku terkejut dan tidak menyangka SW melakukan hal tersebut.

Ayah Ajis yang biasa disapa Baba Ajis itu, menceritakan saat anaknya mau menikah. Ayahnya mengatakan, pelapor SW pernah sempat melarang Kepala Kantor Urusan Agama (KUA)  untuk tidak menikahkan anaknya dan Novi yang saat ini sudah menjadi istri.

Lebih lanjut Baba Aji mengatakan bahwa yang dilakukan SW sangat melukai hati dirinya serta keluarga besar Ajis di Desa Waiboga, karena selama ini keluarga Ajis sangat baik terhadap SW. Oleh karena itu,  dirinya perintahkan kepada anaknya untuk menghadapi persoalan ini dengan hati besar.

Sebagai orang tua yang baik, lanjutnya, dirinya tidak bisa memaksa anak-anaknya untuk menikah dengan siapapun, dirinya hanya bisa mengarahkan anak-anaknya untuk memilih pasangan hidup yang baik karena pernikahan adalah sekali dalam umur hidupnya.

”Selama ini Beta (Saya) selalu punya niat baik terhadap siapapun, juga dengan si pelapor anak saya SW. Hanya saja Beta seng bisa paksa Beta pung anak Ajis untuk menikah dengan SW, makanya dia berbuat begini," papar Baba Aji.

Sampai berita ini diturunkan pihak media juga sempat menghubungi Ketua DPC Partai Demokrat Kepsul Ajrin Duwila yang saat ini berada di Ternate, menurut Ajrin Persoalan SW atau Sandra Weu yang melaporkan Anggota DPRD asal Partai Demokrat itu murni masalah pribadi yang tidak ada sangkut-paut dengan Partai.

”Itu masalah pribadi mereka berdua, tidak ada urusan dengan partai. Ajrin juga mengaku bahwa selain kader, SW juga sebagai pengurus DPC bidang Komunikasi dan Informatika," tutupnya.(EDL)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.