Header Ads

https://daihatsu.co.id/

DPRD Menilai Pemkot Tikep Serius Menangai Banjir di Oba

Wakil Ketua II DPRD Kota Tidore Kepulauan. Ratna Namsa.
Tidore
– Keterlambatan menangani banjir yang terjadi di Desa Kosa Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan kamsis 2 juli kemarin, sehingga membuat Wakil II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Ratna Namsa mengkritik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tikep. 

Ratna Namsa menilai, melihat kondisi Desa Kosa Kecamatan Oba, belum ada langkah strategis dari Kepala BPBD Kota Tikep dalam menangani bencana yang menimpah masyarakat Kosa. 

Menurut Ratna, kerja-kerja BPBD sudah tahu, bahwa ada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang masuk ke Kota Tidore Kepulauan. Tentunya, dari BPBD memahami betul, aliran sungai yang ada di Kosa itu, berpotensi banjir. 

“Mestinya ketika APBN masuk di Tidore, paling tidak ada fokus ke daratan Oba. Masa, APBN masuk ke normalisasi pantai Akesahu sebesar 681 juta. Itu cukup kecil, padahal sudah dialokasikan ke APBD. Sebab beberapa bulan lalu, ada pemangkasan anggaran, kemduian dialokasikan ke Dinas PU untuk melaksanakan. Untuk itu, pihak BPBD jeli, mana yang masuk dalam prioritas,”tegas Ratna saat dikonfirmasi maluttimes.com, Kamis (2/7/2020) di kantor DPRD
.
Dengan demikian, diketahui bahwa jalan Kosa yang juga masuk dalam prioritas Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, maka itu, antara BPBD dan Dinas PU melihat hal itu secara komprhensif. 

“Kita bukan melepaskan satu instansi terkait untuk menangani kondisi tersebut. Tetapi lebih bagus kegiatan itu, dilihat secara komprehensif sebelum terjadinya banjir. Saya tidak tahu, apakah Covid-19 atau karena meraka lambat. Mungkin begitu, tetapi ada pepatah mengatakan, sediakan payung sebelum hujan. Sedangkan payung mereka sediakan adalah payung bocor, itu juga repot,”katanya.

Selanjutnya, terkait dengan merespon kondisi banjir, minimal Pemerintah Desa, Kecamatan, maupun Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, bukan lagi melakukan kegiatan-kegiatan serimonial, namun tidak berdampak terhadap masyarakat.

“Yang perlu dilihat itu, hal-hal urgen, dan menjadi perhatian serius. Apalagi dengan kondisi pendemik ini, menjadi warning bagi kita semua. Kondisi hujan seperti ini, Pemerintah daerah harus punya kesiapan yang matang, makanya BPBD saya anggap lambat dalam menagani banjir Kosa,”tuturnya.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.