Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Fraksi Nasdem DPRD Halteng Kritik Kepemimpinan Elang-Rahim

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Halteng Munadi Kilkoda.
Weda - Masa Kepemimpinan Elang-Rahim di Pemerintahan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) dinilai banyak masalah yang belum di selesaikan secara utuh, sehingga banyak tanggapan yang bermunculan di publik.

Tanggapan ini muncul dari DPRD Fraksi Nasdem Halmahera Tengah (Halteng), Fraksi Nasdem melihat masa Kepemimpinan Elang-Rahim belum fokus pada masalah-masalah riil di lapangan.

Ketua Fraksi Nasdem Munadi Kilkoda dalam pers rilisnya menyampaikan,  Selasa (21/7/2020), ruas jalan dalam Kota Weda ini banyak yang sudah rusak parah, dan itu sudah sekian lama namun lagi-lagi tak kunjung di perbaiki oleh Pemda Halteng tidak.

Lanjut Munadi, belum lagi drainase juga demikian, banyak yang sudah rusak dan tersumbat cuman itu didiamkan dan tidak diperhatikan, sehingga jangan heran dikala musim hujan pasti limpahan air sampai ke rumah warga.

Munadi menambahkan, begitu juga masalah trotoar yang sampai saat ini masih terlihat rusak dan tidak terurus, sehingga ini mengganggu pemandangan Kota.

Dia memperhatikan juga Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah juga sangat terbatas, akibatnya orang bisa buang sampah bukan pada tempatnya.

"Ini bukan persoalan karena kesadaran masyarakat belum terbangun, tapi upaya pemerintah belum begitu serius," paparnya.

"Kota Weda ini episentrumnya Halmahera Tengah, semestinya persoalan-persoalan riilnya menjadi prioritas sebagai kota," ucap Munadi.

Munadi yang juga Ketua Aman Maluku Utara ini melihat , belum tersedia ruang publik yang ramah lingkungan yang memadai, yang merepresentatif sebagai kebutuhan masyarakat kota. Padahal arus dan mobilitas manusia keluar masuk di Kota Weda cukup tinggi karena keperluan pekerjaan dan lain-lain. "Ini semestinya sudah disiapkan lebih awal, kepentingan membangun keakraban masyarakat juga mendorong lahirnya aktivitas ekonomi mikro," tambahnya.

"Sebagai Anggota DPRD Halteng saya punya catatan tersendiri soal banjir yang terjadi setiap tahun. Selain drainase yang harus dibenahi, Kota ini juga harus punya kawasan penampungan air sementara berupa danau buatan," ucapnya lagi.

"Ini karena eksisting kota berbeda dengan kota lain yang lebih tinggi dari permukaan air laut. Kota Weda ini permukaan air laut lebih tinggi dari daratan, jadi di kala musim hujan dan banjir disaat bersamaan juga terjadi air pasang, banjir ini tidak bisa mengalir ke laut. Karena itu butuh danau yang disiapkan untuk menampung sementara air tersebut sampai tiba waktunya untuk dibuang ke laut," tambahnya.

Tahun depan, Fraksi Nasdem minta alokasi anggaran diarahkan kesana. Benahi itu semua, sehingga wajah Kota Weda benar-benar terlihat. Soal rencana membangun proyek-proyek mercusuar di dalam Kota Weda yang menjadi mimpi Bupati dan Wakil Bupati, itu tidak masalah, yang penting masalah-masalah riil dalam Kota Weda ini juga serius dipikirkan. (DAR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.