Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Hujan Lebat, Dua Ibu Kota Kecamatan di Kepsul Terendam Banjir

BPBD Kabupaten Kepulauan Sula berjibaku bersama warga membersihkan sisa banjir. 
SANANA 
-Akibat hujan deras pada hari Sabtu, 4 Juli 2020, pukul 22.00 WIT membuat dua Ibu Kota Kecamatan di Pulau Mangoli Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) terendam banjir, diantaranya Desa Waitina dan Desa Mangoli.

Menanggapi bencana banjir di dua Ibu Kota Kecamatan tersebut, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Hendra Irawan Umabaihi langsung mengarahkan personil BPBD turun kelokasi membantu warga.

Dari lokasi banjir, Hendra menyampaikan bahwa, terdapat 98 rumah warga dan 3 bangunan sekolah di Desa Waitina Ibu Kota Kecamatan Mangoli Timur (Maltim) terendam banjir setinggi 1 meter.

Kata Hendra, dari 98 rumah tersebut, ada 2 rumah yang mengalami rusak berat. Meskipun dalam bencana banjir itu tidak ada korban jiwa, namun terdapat 102 kepala keluarga terpaksa harus mengungsi di rumah-rumah warga yang tidak terdampak banjir. 

Sampai dengan Minggu (05/07) hari ini, Hendra dan personil BPBD masih berjibaku membantu warga mengeringkan air dan lumpur yang terdampak di 98 rumah itu.

Hendra mejelaskan bahwa, luapan air yang menerobos masuk sampai ke jalan raya dan rumah-rumah warga, itu karena di desa Waitina itu ada dua jalur air kali yang belum memiliki tanggul, diantaranya air kali Waigafu dan air kali Waisenga. Karena belum memiliki tanggul membuat luapan air kali Waigafu mengalir masuk di jalur air kali Waisenga sehingga membuat luapan air menerobos masuk ke jalan raya dan ruma-rumah warga.

Hendra mengatakan bahwa, untuk mencegah agar luapan air tidak lagi masu ke dalam perkampungan,  tanggal 6 besok akan dilakukan normaliasi kali sepanjang 3 kilo meter. Kata dia, normaliasi tersebut menggunakan anggaran tanggap darurat.

Kata Hendra, sampai hari ini, pihaknya masih terus merekap data kerusakan dan kerugian dalam bencana itu agar sesuai dengan kondisi lapangan. Meskipun begitu, namun kata Hendra, kerugian untuk Desa Waitina berkisar 350 juta.

Sementara untuk bencana banjir di Desa Mangoli Ibu Kota Kecamatan Mangoli Tengah itu, kata  Hendra, akan di buat saluran air dan juga normalisasi." Untuk pembuatan salur air dan normaliasi di rencanakan besok tapi setelah rapat bersama dengan masyarakat."Jelasnya. 

"Pendataan kerugian dan kerusakan di Desa Mangoli sampai saat ini masi terus di lakukan namun dari kondisi yang ada perkirakan sekitar 150 juta." Tutupnya. (EDL).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.