Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Inspektorat Kabupaten Pati akan Lakukan Pengecekan Proyek yang Diduga Bermasalah

Proyek yang diduga bermasalah dan belum bisa dimanfaatkan masyarakat akan dilakukan pengecekan oleh Inspektorat Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Foto : Wisnu. 
PATI - Plt Kepala Inspektorat Kabupaten Pati Jumani berencana akan melakukan pengecekan terhadap proyek pembangunan Embung Desa di Desa Payak Kecamatan Cluwak yang dibangun tahun 2018 namun sampai sekarang belum berfungsi. 

Proyek pembangunan yang bersumber dari anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu)  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tahun 2018 sebesar Rp 270 juta,  dengan volume panjang 31 meter, lebar 21 meter, dan tinggi 2,5 meter, kondisinya sudah banyak yang retak, dan gagal dinikmati oleh masyarakat lantaran kondisinya sudah rusak.

"Kita akan kroscek dulu, dan tindak lanjutnya akan kita sampaikan,"Ungkap Jumani kepada wartawan Rabu (8/7/2020).

Pihaknya mengaku baru menerima laporan terkait dengan terbengkalainya proyek pembangunan embung tahun 2018 yang sampai saat ini belum difungsikan, sehingga mekanismenya seperti apa nanti akan ditindak lanjuti setelah dilakukan kroscek."Kita kroscek dulu kasusnya seperti apa, karena ini anggarannya dari pusat," katanya.

Proyek embung yang mangkrak dan tidak bisa dimanfaatkan masyarakat juga akan dilakukan pengecekan. 
Meski begitu, dirinya juga belum bisa membeberkan apabila embung yang terbengkalai itu akan diperbaiki lagi oleh pihak desa dengan menggunakan anggaran daerah, atau dari Dana Desa (DD).

"Saya belum bisa komentar kalau embung itu dianggarkan lagi, nanti kita kroscek dulu, mekanismenya boleh atau tidak kita lihat dulu kondisinya di lapangan," tukas Jumani.

Sebagaimana telah diketahui, warga sebelumnya berharap agar proyek embung di Desa Payak dievaluasi kembali, karena ada dugaan proyek yang dikerjakan tidak sesuai dengan bestek, karena belum sampai 1 tahun dikerjakan sudah rusak dan tidak bisa difungsikan, bahkan warga juga kawatir apabila itu dianggarkan lagi oleh pihak desa dari anggaran daerah atau DD, akan terjadi tumpang tindih dalam penggunaannya.

"Kata-kata akan diperbaiki sebenarnya sudah terucap dari dulu waktu embung tersebut jebol. Bahkan pada pertengahan tahun 2019 pun pemdes melalui kepala desa, dalam sebuah pertemuan di balai desa mengatakan akan segera memperbaiki embung tersebut, namun nyatanya tidak ada progres sama sekali hingga saat ini," ungkap warga yang tidak ingin disebutkan namanya dengan nada geram.

Sementara Kepala Desa Payak Kecamatan Cluwak Karnoto melalui pesawat selulernya beberapa waktu lalu mengaku akan memperbaiki dan menata kembali embung itu agar bisa di manfaatkan, karena sesuai fungsinya akan digunakan untuk pengairan kebun holtikultura.

"Dari pihak desa berencana akan memperbaiki, sehingga nanti bisa digunakan untuk pengairan kebun holtikultura, karena sesuai rencana kita akan membangun wisata kebun petik buah di Desa Payak,"Tandasnya. (WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.