Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Jakarta Pertumbuhan Positif Covid-19 Mengkhawatirkan, Anies Ancam Cabut PSBB Transisi Fase 1

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengancam akan mencabut status PSBB Transisi Fase 1 apabila masyarakat tetap saja tidak disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan. Foto : Humas.
Jakarta- Jumlah angka positif covid-19 di Indonesia melonjak drastis. Seperti yang dikhawatirkan sejumlah pihak, istilah "new normal" bisa diartikan publik seolah terbebas dari kekangan yang selama ini terjadi dalam masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Euforia terjadi di masyarakat. Meskipun ada jam kerja yang diatur, bisa jadi pelaksanaannya tak sepenuhnya memenuhi aturannya. Pun demikian dengan kebijakan pembukaan mal, tempat rekreasi, pasar tradisional maupun car free day atau aktivitas yang mengumpulkan banyak massa seolah merupakan kebebasan tersendiri. Kebiasaan untuk senantiasa menaati protokol kesehatan masih belum sepenuhnya dijalankan masyarakat.

Alhasil, di DKI Jakarta saja jumlah penambahan angka positif covid-19 mencapai 10,5%. Angka ini meningkat dua kali lipat bila dibandingkan dengan bulan Juni kemarin yang berkisar di angka 4% hingga 6%.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat Jakarta disiplin, meski saat ini sedang dalam masa PSBB transisi fase 1, yakni sektor-sektor dilonggarkan.

Anies mengungkapkan selama ini positivity rate Jakarta cukup baik. Hal itu diketahui karena selama ini kasus-kasus baru covid-19 ditemukan dari kegiatan pencarian kasus aktif atau ‘active case fi nding’ ke wargawarga.

“Karena kami mengacu pada positivity rate. Misalnya, hari ini ada 200 orang positif, tapi dari 4.000 orang, positivity rate-nya menjadi 5%. Tapi, kalau 200 positif dari seribu orang, menjadi 20%. Ini yang berbahaya,” ungkapnya dalam video pernyataan yang diunggah di akun resmi Youtube Pemprov DKI, Minggu (12/7).

Anies juga mengingatkan bahwa kasus baru yang ditemukan 66% adalah orang tanpa gejala (OTG). Hal itu menurutnya cukup berbahaya.

“Saya perlu ingatkan, 66% yang kita temukan adalah OTG. Dia tidak sadar bahwa dia sudah terpapar. Kalau saja kita tidak datangi, puskesmas tidak testing, yang bersangkutan tidak sadar. Inilah yang harus ekstra hati-hati. Beda kalau dia datang ke RS,” ungkapnya.

Ia menegaskan apabila perilaku masyarakat tidak disiplin sehingga membuat kasus terus melonjak, ia tak segan untuk mengambil kebijakan ‘emergency brake system’ yang tertera pada Peraturan Gubernur No 57/2020.

“Kalau ini berlangsung terus, bukan tidak mungkin kita kembali ke situasi sebelum ini (PSBB pratransisi),” tandasnya.

Anies juga khawatir karena dalam pekan ini rekor tertinggi jumlah kasus baru covid-19 terus bermunculan.

Pada Sabtu (11/7), jumlah kasus baru di DKI 359 kasus. Kemarin, jumlah kasus baru mencapai 404 kasus.

Anies juga mengungkapkan jumlah kasus covid-19 bertambah 6.748 kasus selama sebulan lebih PSBB transisi fase 1 berlangsung.

Anies pun meminta masyarakat disiplin dan tidak menyepelekan covid-19. Masyarakat diminta untuk tetap serius menerapkan protokol kesehatan di mana pun dan kapan pun. “Secara khusus saya sampaikan jangan anggap enteng, jangan anggap ringan, jangan merasa kita sudah bebas. Lonjakan ini adalah peringatan bagi kita semua,” katanya.

Epidemiologis Universitas Indonesia Pandu Riono mengakui tingginya jumlah kasus baru covid-19 di Jakarta disebabkan karena rendahnya kedisiplinan masyarakat.

Padahal langkah untuk mencegah penularan covid- 19 sangat mudah, yakni dengan gerakan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Upaya itu, menurutnya, memang sampai kepada masyarakat, namun lemah di dalam implementasinya. Namun, Pandu juga mengatakan jumlah kasus covid-19 juga tidak bisa dikatakan sepenuhnya buruk.


“Kita juga harus lihat peningkatan kasus ini karena apa? Karena tes atau karena orang datang ke rumah sakit akibat ada gejala? Kalau di DKI kan karena tes, artinya tesnya meningkat, dan itu bagus. Orang yang positif jadi bisa cepat diisolasi dan bisa segera dilacak kontaknya. Itu bisa mencegah penularan,” tutupnya.(MH/MI)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.