Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Kadis Perikanan : Saya Optimis Anggaran Akan Dikucurkan

Kepala DKP Tikep Hamid Abd Latif 
Tidore - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) sampai saat ini masih was-was terkait dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang telah dibagikan. Hal ini dikarenakan, pada tahun anggaran 2020 ini DKP telah menyelesaikan proses tender untuk pengadaan alat tangkap berupa motor ikan 2.5 gross tonnage (GT) sebanyak 44 unit.

Tak disangka, pandemi covid-19 menerjang. Refocusing anggaran pun harus dilaksanakan. Anggaran untuk pengadaan alat tangkap motor ikan itu terpaksa dipotong juga. "Proses tender untuk pengadaan motor tangkap itu sudah selesai, namun saja karena covid makanya anggaran di-stop sementara waktu. Karena pengadaan itu melalui dana DAK," ungkap Kepala DKP Tikep Hamid Abd Latif kepada BIZLAWNEWS.

Meskipun demikian, lanjut Hamid, dirinya mengaku masih optimis dana tersebut akan segera dikucurkan. "Beberapa hari lalu kami sudah mendapatkan sinyal akan segera disalurkan dananya. Karena berdasarkan informasi dari pusat anggaran itu bisa dicairkan setelah dihitung dana cadangan," ungkapnya dengan penuh optimis.

Meski optimis, tapi Hamid masih khawatir dana tersebut tidak bisa disalurkan."Saya beberapa hari lalu sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, dan mereka sampaikan dananya bisa dicairkan, karena sudah pemulihan ekonomi," akunya.

Dirinya menjelaskan DAK untuk pengadaan motor tangkap sebanyak 44 unit itu, DKP mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 4.3 Miliar. "Dan ini Kota Tikep paling besar seluruh Indonesia mendapatkan DAK khusus di perikanan," tandasnya.

Pihaknya menegaskan, untuk mendapatkan motor tangkap tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya."Tahun ini lebih ketat. Sebab, dikhawatirkan tidak tepat sasaran makanya pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan bagi yang mendapatkan motor tangkap harus memiliki akta Notaris sekaligus NPWP, kalau tidak ada itu tidak bisa diproses," tegasnya.

Dirinya menambahkan meski hanya pengadaan 44 Unit tahun ini, namun proposal yang masuk di DKP untuk mendapatkan motor tangkap itu sudah melebih 500 proposal. "Untuk itu kami pasang antrean, tentu akan kami verifikasi yang layak dan dahulukan untuk dapat, karena ketersedian terbatas, proposal yang masuk sudah di atas 500," pungkasnya.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.