Header Ads

https://daihatsu.co.id/

KBO Dirlantas Polda Malut : Tidak Ada Lagi "Palang Oto" di Kelurahan Payahe dan Desa Lola

Sofifi 
- Menindak lanjuti pertemuan yang di Keluarhan Payahe Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan (Tikep) oleh Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara dengan para sopir angkotan yang ada di Kecamatan Oba, terkait dengan terminal transit antara Halteng dan Tikep.

Dengan hal itulah Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara mengundang Kadis Perhubungan Tidore Kepulauan dan Kadis Perhubungan Halteng untuk mengikuti rapat koordinasi.

Rapat yang di laksanakan pada hari kamis (2/6) pagi tadi memetuskan beberapa poin, diantaranya 1. Tidak ada lagi terminal bayangan di sepanjang Jalan Halmahera Sofifi-Weda, 2. Seluruh Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) wajib mengurus ijin trayek. 3. Bagi unit kendaraan dengan nomor polisi berwarna hitam tidak diperkenankan untuk mengangkut penumpang umum. 4. Dilarang menurunkan dan menaikkan penumpang di Kelurahan Payahe dan di Desa Lola. 5. Apabila kedapatan, maka resiko ditanggung yang bersangkutan.

KBO DirLantas Polda Malut menyampaikan bahwa tidak boleh mencari rejeki dgn menabrak aturan. Untuk itu, Mulai hari ini tdk boleh lagi ada pemalangan jalan dan penurunan penumpang di Kelurahan Payahe dan Di Desa Lola, Apabila masih ada aksi lagi, maka Ditlantas Polda Malut akan melakukan tindakan tegas.

"jika dilakukan tindakan  tegas, maka banyak yang terjaring karena sebagian besar mobil yg beroperasi tidak memiliki ijin trayek". Ucapnya 

Dia mengutarakan, Saat ini izin resmi trayek Sofifi - Weda yang dikeluarkan oleh PTSP Prov. Malut sebanyak 23 orang. Selain itu beroperasi secara ilegal (berplat hitam).

Hal senada disampaikan oleh Kadishub Provinsi Armin Zakari bahwa instansi kami siap melayani pengurusan ijin trayek Weda-Sofifi dan selama ini kami telah memberikan berbagai kemudahan dalam pengurusan ijin trayek tapi tidak dimanfaatkan dgn baik oleh pemiliki mobil.

"kami sudah memberikan kemudahan kepada para sopir untuk mengurus plat kuning, namun lagi-lagi diabaikan oleh meraka". Pungkasnya

Terpisah Camat Oba Tengah Kota Tidore Kepuluan Rudy mengungkapkan, pemalangan jalan di Desa Lola dilakukan oleh beberapa oknum/individu supir tanpa ijin resmi dari Kepolisian yg berdampak pada kenyamanan masyarakat.

"maka seharusnya Pemerintah melalui Instansi terkait agar melakukan tindakan penegakkan hukum secara tegas kepada para oknum/individu tersebut". Tegasnya

Rudy menjelaskan bajwa pemalangan jalan di Desa Lola mengindikasikan ada masalah dalam tubuh Organda Unit Sofifi yg harus diselesaikan oleh Ketua Organda Unit Sofifi bersama pengurus dan anggota. Sehingga ini bisa teratasi dengan baik. 

"Saya minta agar kedepannya tidak ada lagi kejadian pemalangan jalan di wilayah Kecamtan Oba Tengah oleh oknum/individu sopir." pintanya

"Kalau masih ada, maka saya minta tindakan hukum tegas kepada para pelaku oleh Instansi terkait". Tutupnnya (DAR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.