Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Ketua Komisi III DPRD Tikep : Pemkot Tidak Memiliki Perencanaan Yang Matang

Ketua Komisi III DPRD Kota Tidore Kepulauan. Malik Hi Muhamad
Tidore - Ketua Komisi III DPRD Kota Tikep Malik Muhammad menyoroti banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Oba Senin (6/7).

Malik saat diwawancarai mengaku pemkot sendiri tidak punya perencanaan yang matang terkait dengan bencana."Seharusnya pemerintah sudah punya langkah ikhtiar, soal bencana-benacana seperti ini, terutama menginventarisir jumlah kali mati yang perlu di normalisasi, tapi ini kan tidak ada," ungkapnya.

Malik menjelaskan dalam hasil rapat dengar pendapat (RDP) dengan PU, Disperkim serta BPBD beberapa hari lalu belum ada kesimpulan terkait dengan kapan akan segera ditangani banjir di tiga desa di Kecamatan Oba itu.

"Lagi-lagi kendalanya anggaran, seharusnya bencana seperti ini, anggaranya sudah disiapkan dan tidak bisa dipakai untuk yang lain. Karena kita tidak tahu bencana itu datang,"tandasnya.

Malik menjelaskan anggaran untuk bencana sendiri, di tahun 2020 sebanyak Rp 500 juta namun saja karena covid anggaran di refocusing Rp 300 juta.

"Dan masih ada Rp 200 juta, tetapi Rp 100 juta sudah dipakai untuk tangani bencana non alam, maka tinggal Rp 100 juta lagi. Tapi sisanya itu masih tunggu layangkan surat ke keuangan, agar bisa menggunakan anggaran itu. Kondisi musibah model ini, kita masih urus administrasi,"kata Malik.

Malik juga mengaku pemkot lemah dalam koordinasi. "Seharusnya pemkot bisa berkoordinasi dengan BWS agar bisa membantu untuk normalisasi," tandasnya.

Malik berharap agar dalam waktu dekat SKPD sudah bisa menangani persoalan banjir di tiga desa."Intinya SKPD harus cepat mencari excavator untuk cepat lakukan penggarukan dan normalisasi, agar masyarakat mulai merasa nyaman. Kami khawatir jangan sampai hujan deras kembali, akan mengalami hal yang sama, apalagi persoalan ini sudah berulang kali terjadi,"ungkapnya.

Menanggapi pernyataan komisi III, Wali Kota Tidore Kepulauan Capt. Ali Ibrahim saat diwawancarai  Rabu (8/7) mengatakan tiga desa yang kena dampak banjir beberapa hari lalu itu akan segera ditangani dalam waktu dekat.

Ali menegaskan telah meminta instansi terkait untuk segera lakukan penanganan banjir di tiga desa yakni Koli, Kosa serta Toseho. "Iya soal banjir itu untuk jangka pendek atau dalam waktu dekat ini segera akan ditangani, instansi terkait antara BPBD dan PU saya sudah minta bergerak cepat menangani," terangnya.

Ali menjelaskan banjir yang melanda tiga desa itu akibat kali mati yang sudah tertumpuk material. "Makanya perlu pengarukan serta normalisasi, agar aliran air saat hujan bisa berjalan lancar di kali mati dan tidak meluap keluar,"pungkasnya.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.