Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Lonjakan Positif Covid-19, Jubir Gustu Tandaskan karena Tracing Semakin Agresif

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. Foto : kompas
Jakarta -
Bukannya mereda, kasus positif covid-19 hingga Jum'at, 3 Juli 2020, ini jumlah angka positif malah semakin meninggi.

Menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Gustu) per Jum'at (3/7) sore ini, angka positif covid-19 menjadi 60.695 orang atau naik 1.301 orang dibandingkan hari Kamis (2/7) kemarin.

Pertumbuhan angka positif covid-19 ini, menurut Juru Bicara Gustu Achmad Yurianto dikarenakan tindakan tracing yang semakin agresif dilakukan di sejumlah daerah. Selain itu, tindakan testing massal juga dilakukan untuk mengetahui penyebaran covid-19 di sejumlah daerah.

Yuri lalu menambahkan bahwa kasus positif COVID-19 yang dilaporkan gugus tugas adalah kasus dari pemeriksaan antigen, baik menggunakan realtime PCR maupun menggunakan TCM.

"Karena kasus terkonfirmasi positif dengan pemeriksaan inilah yang masuk ke dalam registrasi untuk pengamatan epidemiologi dunia, bukan menggunakan hasil pemeriksaan rapid test," ujar Yuri.

Rapid test, lanjut Yuri, hanya akan digunakan sebagai tuntutan untuk gugus tugas melaksanakan tracing dan untuk melihat deteksi dini bagi pekerja migran yang kembali ke tanah air sebelum dilakukan pemeriksaan PCR realtime.

"Ini yang kita lakukan dalam kaitannya upaya untuk menegakkan diagnosa," Yuri menekankan.

Pemeriksaan PCR pada COVID-19 bertujuan untuk melakukan intervensi kesehatan masyarakat. "Pemeriksaan ini tidak ditentukan untuk protokol kesehatan klinis di rumah sakit," katanya.

Dari kasus yang didapatkan ini tidak seluruhnya memiliki indikasi untuk dirawat di rumah sakit, kata Yuri. Banyak hasil pemeriksaan terkonfirmasi positif Corona di Indonesia yang kemudian tidak disertai dengan gejala klinis yang diindikasikan untuk dirawat.

"Kita berikan saran untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing," katanya.(RD/LP)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.