Header Ads

https://daihatsu.co.id/

LP Maarif NU Temukan Organisasi Tak Jelas Terima Dana POK Kemendikbud

Ketua LP Maarif  PB NU Arifin Junaidi. Foto : Ist.
Jakarta - Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memantik persoalan baru. Organisasi yang selama ini  berjuang di jalur pendidikan seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mundur kepesertaan program itu.

Alhasil, sejumlah lembaga tidak jelas asal usulnya diduga turut mendapatkan gelontoran dana ratusan miliar dari program organisasi penggerak (POP) itu. Hal ini disinyalir oleh LP Maarif PBNU.

Sebagaimana diutarakan Ketuanya, Arifin Junaidi, pihaknya menemukan ada lembaga dari perusahaan besar, bukan hanya Sampoerna dan Tanoto, ada organisasi dari perusahaan besar di Banjarmasin mendapatkan program itu.

“Kami menemukan ada lembaga dari perusahaan besar lainnya, jadi bukan hanya Sampoerna dan Tanoto saja, bahkan yang di Kalsel itu Banjarmasin ada dari perusahaan besar, apa mereka layak mendapatkan?” ungkap Arifin, Jumat (24/7).

LP Maarif PBNU juga menemukan organisasi yang menurut mereka tidak layak. Salah satunya adalah ikatan keluarga alumni sebuah sekolah.

“Apa ini layak melaksanakan program itu, keluarga alumni?” katanya terheran.

Pemerhati kebudayaan ini juga lembaga pendidikan mendapatkan gelontoran dana miliaran rupiah dari Kemendikbud. Tetapi, kapasitas lembaga tersebut tidak cukub baik untuk merealisasikan anggaran yang diberikan.

“Kemudian ada TK, yang dapat meskipun bidang tapi dia lokasinya hanya di satu ke kabupaten, melaksanakan program ini Rp 1 miliar apa bisa gitu? Ada juga programnya workshop dapat Rp 1 miliat, workshop apa itu?” bebernya.

Dia mengatakan dana miliaran yang diberikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim berpotensi adanya penyelewengan besar-besaran lantaran menyerap dana untuk organisasi yang tidak jelas.

“Potensi terjadi penyelewengan besar, ada yang lokasinya itu tidak di daerah, dia ada. Nah, apa mungkin punya jaringan itu jauh sekali dari lokasi lembaga berada,” tandasnya.(AR/GR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.