Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Pemkot Tikep Dinilai Gagal Tangani Banjir, Mahaswa dan Masyarakat Desa Kosa Demo

Massa merasa kecewa lantaran normalisasi sungai tak kunjung dilakukan.Foto :Sukadi.
Tidore
- Masyarakat Desa Kosa Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, Selasa 07 Juli 2020, melakukan aksi demonstrasi besar-besaran untuk meminta Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep) agar melakukan normalisasi beberapa sungai di Kecamatan Oba.

Aksi massa itu lebih besar dan malah mereka membakar ban bekas dan memblokade jalan Kosa - Payahe.

Masyarakat meminta Pemerintah Kota Tikep segera melakukan normalisasi beberapa sungai, salah satunya sugai Kayu Laka di belakang Desa Kosa. Hal ini bertujuan agar setiap turun hujan deras di Desa Kosa tidak menjadi langanan banjir.

Mahasiswa dan masyarakat berkumpul di depan Kantor Desa Kosa dan bergerak menuju tempat terjadinya banjir, kemudian mereka melakukan aksi membakar ban dan memblokade jalan Payahe - Sofifi. Akibatnya, jalur jalan Payahe - Sofifi terjadi macet.

Anggota Koramil dan anggota kepolisian membuka jalan yang diblokade agar bisa dilewati kenderaan roda 2 maupun kenderaan roda 4.

Massa mendesak PemkotaTikep agar Mempertikannya.
Berdasarkan pantauan media ini, massa menuntut beberapa hal yakni, 1. Memintah kepada Pemkot Tikep agar serius dalam menengani banjir yang terjadi di Desa Kosa, 2. Menyampaikan kepada Pemkot Tikep agar memperbaiki lubang saluran irigasi yang terlalu kecil sehinga air meluap dan masuk ke perkampungan, 3. Menyampaikan agar Pemkot Tikep menormalisasi kali air laka.

Massa membawa tiga spanduk bertuliskan : "Pemerintah Kota kami butuh hadir bukan janji-janji". Kemudian, ada pula spanduk dengan tulisan "Pemerintah Kota Tikep mati rasa, hingga Pemerintah Desa Kosa Tenggelam", dan selanjutnya spanduk bertuliskan "Pemerintah Kota Telah Mati."

Sala satu orator, Gufaran Ayup, dalam orasinya mengutarakan, banjir yang terjadi di Desa Kosa ini bukanlah hal yang baru sudah berulang-ulang kali namun tidak ada kepedulian dari pemerintah, oleh karena itu mereka tetap akan melakukan pemalangan jalan sampai tutuntukan mereka terpenuhi.

“Aksi yang dilakukan adalah bagian dari sebuah kegelisahan yang dari masyarakat. Tidak ada kepetingan apapun di sini, ” tandasnya.

Gufran Ayun dalam orasinya. mengatakan. pemerintah kota mesti datang dan melihat kondisi Desa Kosa bukan hanya sekadar datang dan kemudian mengumbar janji semata.

"Banjir yang terjadi ini pula mengakibatkan masyarakatnya yang ada di transmigrasi lahirnya gagal panen disebabkan karena banjir merendam tanaman masyarakat,"tandasnya.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.