Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Puluhan Tahun Masyarakat Oba Selatan Menikmati Jalan Rusak

Guru dan siswa/i SMAN 14 Kota Tikep setiap hari harus berjalan kaki melepas sepatu, melewati jalan rusak berlumpur. Kondisi ini berlangsung lama. Butuh keseriusan Pemerintah untuk memperhatikan kebutuhan warganya dan tak hanya janji untuk mendulang suara. Foto : Sukardi Hi Ahmad.
Tidore - Kondisi Jalan Oba Selatan Kota Tidore Kepulauan (Tikep), kian meperhatinkan. Puluhan tahun masyarakat Oba Selatan tidak menikmati jalan butas.

Dengan kondisi jalan yang rusak parah ini, membuat para siswa dan guru SMA Negeri 14 Tikep  yang melakukan aktivitas harus berjalan kaki tanpa memakai sepatu.

Marwia Djabid, guru SMA 14 Tikep mengungkapkan rasa kecewa terhadap kondisi ini. Marwia menyampaikan, “Harapan saya kepada pemerintah Kota tikep tidak tutup mata soal ini, setiap hari siswa-siswi kami kesulitan pergi kesekolah, apalagi saat musim hujan.”

Ia juga berharap pemkot menaruh perhatian lebih pada sektor pendidikan di Kecamatan Oba Selatan.

Marwia menuturkan, kalau tunjangan Daerah Terpencil (DACIL) bagi Guru yang mengabdi di Oba Selatan sudah dihilangkan, ini membuat beberapa guru PNS ingin pindah karena kondisi Oba Selatan infrastrukturnya kurang memadai. Padahal Pemkot seharusnya serius membangun infrastruktur pendidikan.


Ketua Osis SMA 14 Tikep, Mahdan M. Nur menyampaikan, pemerintah terlalu menganaktirikan Kecamatan Oba Selatan. "Hingga hari ini kami harus kotor dengan lumpur saat ke sekolah, padahal kami juga bagian dari Kota Tikep. Pemkot harus buka mata selebar-lebarnya, kami juga turut membayar pajak. Jangan tiba masa kampanye pemilu barulah datang hambur janji," keluhnya.

Sementara itu, Ketua Bidang SDM Forum Peduli Kelangsungan Maidi, Jainudin Safrin menyampaikan, nomenklatur jalan yang menuju Desa Maidi adalah jalan kota berdasarkan pengelompokan jalan (Dalam UU No. 38 Tahun 2004 dan PP Nomor 34 Tahun  2006 tentang Jalan).

"Jalan ini pernah mengalami pengasapalan pada tahun 1997, tentu sebelum Malut berdiri secara otonom pada 1999 dan Tikep dimekarkan pada 2003," ungkapnya.

Artinya sampai hari ini jalan Oba Selatan, khusunya jalan masuk Maidi belum merasakan pengasapalan selama 23 Tahun terakhir, hanya dilakukan proses sertu dengan menimbun. Kondisi itu tidak bertahan lama, dan hari ini sudah rusak. Jainudin menegaskan kondisi Jalan Payahe Dahepodo di Ruas Selamalofo sampai Nuku yang masuk nomenklatur jalan provinsi juga sangat tidak layak, bahkan tidak dapat dilalui.

Ia menyampaikan, banjir di Kecamatan Oba, dan Oba Utara serta kondisi jalan Oba Selatan hari ini merupakan bukti kalau Pemkot tidak serius bangun Oba.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.