Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Semoga Asset Djoko Tjandra Belum Dipindahtangankan

Djoko Sugiarto Tjandra,terpidana kasus cessie Bank Bali. Foto : Kompas
Jakarta - Buronan 11 tahun yang disematkan terhadap terpidana kasus cessie Bank Bali semalam telah berakhir. Djoko Tjandra ditangkal Polisi di Malaysia dan dipulangkan ke Jakarta dengan pesawat jet pribadi mewah.

Operasi penangkapannya pun dipimpin langsung Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo,Kamis (30/7).

Media massa pun langsung tertuju pada prosesi pemulangan Djoko Tjandra itu. Ia terpidana 2 tahun penjara dan denda Rp15 juta. Tak lama dan tak banyak pula nominal dendanya. Apalagi bila dibandingka dengan nilai kerugian negara yang mencapai Rp 905 miliar.

Belum lagi tatkala Djoko Tjandra sempat menghenyakkan publik ketika pada 8 Juni 2020 lalu Djoko Tjandra datang ke Jakarta untuk mendaftarkan Peninjauan Kembali (PK) atas kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Djoko Tjandra juga sempat mengurus pembuatan KTP-el di Kelurahan Grogol Selatan dan sempat mengajukan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Utara.

Bak drama, petualangan Djoko Tjandra pun dianggap belum berakhir. Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule masih menyisakan satu pertanyaan penting terkait penangkapan buron yang selama ini dikenal licin tersebut. Pertanyaan itu mengenai nasib aset-aset yang dimiliki Djoko Tjandra.

“Djoko Tjandra ditangkap, apakah setelah aset-asetnya berhasil dipindah-tangankan?” terangnya kepada redaksi, Jumat (31/7).

Pertanyaan itu cukup beralasan mengingat Djoko Tjandra yang dikabarkan kabur ke Papua Nugini sudah berada di tanah air selama lebih dari sebulan. Artinya, pemindahan aset sangat mungkin dilakukan oleh Djoko Tjandra.

“Karena Djoko Tjandra sebelumnya ditengarai pernah berada di Indonesia selama beberapa bulan. Iya nggak sih?” tutupnya.(AR/GR/RM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.