Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Seniman Pati : "Mati Ora, Urep Ora"

Deni Asmara, seniman Pati.
PATI- Kekecewaan ratusan seniman yang melakukan unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Pati untuk bertemu dengan Bupati Pati nampaknya akan kembali berlanjut untuk melakukan kembali unjuk rasa.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya perjuangan para seniman agar ijin pentas di wilayah Pati bisa diakomodir meski itu harus menaati protokoler kesehatan pada masa Covid-19.

"Jangan bedakan para seniman dengan pemilik Cafe Karaoke, kami ini juga rakyatmu, seni ini adalah mata pencaharian kami," tegas salah satu masa aksi kepada wartawan, Kamis (9/7/2020).

Ratusan seniman ini merasa kecewa lantaran aksi unjuk rasa yang disampaikan untuk meminta ijin pentas belum ada titik terang dan belum diakomodir oleh Pemerintah Kabupaten Pati, bahkan para seniman ini mengancam akan melakukan aksi kembali sampai tuntutannya diakomodir oleh Bupati.

"Hari ini kami kecewa, karena tidak bisa bertemu dengan Bupati, sehingga aksi kami ini belum bisa diakomodir untuk melaksanakan pentas seni," kata masa yang lain.

Sementara, Deni Asmara, selaku orator aksi mengaku belum ada rencana untuk melakukan aksi kembali, sebab hal itu akan dibicarakan dulu dengan para seniman yang lain apabila akan dilakukan aksi kembali untuk memperjuangkan hak para seniman untuk mengadakan pentas lagi.

"Untuk aksi lanjutan belum ada rencana dan saya belum bisa memberikan jawaban, karena harus dikoordinasikan dulu dengan seniman yang lain," ungkapnya.

Deni mengaku, sebagai seniman di wilayah Pati hanya dipandang sebelah mata, bahkan surat edaran yang diterbitkan oleh Bupati sama saja membunuh para seniman yang ada di Pati.

"Yang kami harapkan bisa bekerja kembali meskipun tidak seperti biasanya, dan pastinya kami akan tetap menaati protokol kesehatan, dalam masa pandemi ini," tegas Deni.

Saat ini, lanjutnya, keadaan para seniman di Pati ibarat mati ora urep ora (mati tidak, hidup tidak), maksudnya mati total tanpa ada pendapatan, padahal kebanyakan para seniman pati hanya berharap pada pentas seni.

"Untuk bantuan kami belum pernah dapat, dan kami juga tidak pernah berharap, yang kami butuhkan adalah ijin dilaksanakan pentas," pungkasnya. (WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.