Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Tak Hanya Diduga Serobot Lahan DPUPR Pati, Proyek Talut di Desa Tlogosari Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi

Cek fisik proyek talut di Desa Tlogosari yang dianggap nyerobot lahan Dinas PUPR Pati. 
PATI -
Proyek pembangunan Drainase di Desa Tlogosari Kecamatan Tlogowungu kembali disoal. Jika sebelumnya Kepala Desa (Kades), dianggap menyerobot lahan milik Dinas PUTR Kabupaten Pati tanpa adanya koordinasi, kali ini, laporan datang dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ke Badan Perencanaan Masyarakat Dan Desa (Bapermades) Kabupaten Pati. 

Pihak LSM mengkleim bahwa proyek yang dikerjakan oleh desa dianggap menyalahi aturan dan tidak sesuai dengan bestek. 
Proyek pembangunan drainese yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2020, dengan anggaran Rp 153 juta lebih itu, dengan volume panjang 321 meter, lebar 0,4-0,6 meter, dan tinggi 0,4-0,6 meter, di  Dukuh Bagangan dikerjakan dengan cara swakelola dan sampai saat ini masih dalam proses pekerjaan. 

Amatan media, Pihak Bapermades yang didampingi dari tim TPK, pendamping desa dan tim audit desa langsung turun dan melakukan pengecekan dengan cara mengukur proyek pembangunan drainese yang saat ini baru dikerjakan, hanya saja dari hasil pengukuran yang dilakukan oleh pihak Bapermades tidak menemukan kejanggalan,"Untuk pekerjaan tidak ada masalah, termasuk kualitasnya juga tidak meragukan, baik itu pada aspek perencanaan maupun pada kegiatan sesuai yang tertuang dalam papan proyek,"Ungkap Kabid Pembangunan Desa, Bapermades Kabupaten Pati Kasdjono usai melakukan pengecekan proyek drainese Rabu (1/7/2020) kemarin. 

Menurutnya, untuk pekerjaan pembangunan drainese setelah dilakukan pengecekan tidak ditemukan adanya masalah, justru dalam pekerjaan itu melebihi volume pekerjaan dari Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang sudah ditetapkan,"Justru ada kelebihan volume, tapi karena pekerjaannya swakelola dimungkinkan ada selisih nilainya, dan apabila itu terjadi maka dimungkinkan ada silva, dan pihak desa harus bisa menyesuaikan penyusunan LPJ sesuai dengan harga pasar," katanya. 

Selain melakukan pengecekan pembangunan drainese, tim Bapermades juga melakukan pengukuran salah satu drainese lagi yang bersumber dari DD dengan anggaran Rp 44 juta, dan lokasi pembangunan talud yang dikerjakan dilokasi milik DPUTR. 

Dalam penyampaiannya yang juga dihadiri Camat Tlogowungu Jabir di kantor Desa Tlogosari, Kasdjono mengatakan apabila ada selisih pembiayaan dalam pekerjaan proyek tersebut, agar di masukkan dalam LPJ,"Memang itu semua kewenangan TPK, tapi apapun itu kalau sudah dikerjakan sesuai dengan regulasi maka tidak akan ada masalah."Jelasnya. (WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.