Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Masyarakat Desa Aketobatu Kota Tikep Mendesak Agar Laporan Dugaan Pemalsuan Tandatangan dan Korupsi ADD Ditindaklanjuti

Masyarakat Aketobatu Kecamatan Oba Tengah, Mendatangai DPRD Kota Todpre.Foto : Sukadi.
Tidore
- Masyarakat Desa Aketobatu, Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Provinsi Maluku Utara, menilai Polres Kota Tidore Kepulauan lambat menindaklanjuti laporan masyarakat Desun Pasigau Desa Aketobatu, terkait dengan dugaan pelanggaran pemalsuan tandatangan dan dugaan korupsi Angaran Dana Desa (ADD) yang terdikasi dilakukan oleh Pemerintah Desa Aketobatu Kecamatan Oba Tengah.

Senin 6 Juli 2020, puluhan masyarakat Dusun Pasigau Desa Aketobatu, Kecamatan Oba Tengah, mendatangani gedung perleman di mana di sana dihuni 25 anggota wakil rakyat, kedatangan masyarakat disambut baik oleh angota DPRD Kota Tidore Kepulauan dan langsung dilakukan pertemuan antara DPRD Kota Tidore dan puluhan masyarakat dari Desa Aketobatu.

Dalam pertemuan DPRD dan masyarakat Desa Aketobatu di ruangan rapat DPRD dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I DPRD dan didamping oleh Wakil Ketua II DPRD Ratna Namsa, serta dihadiri oleh angota DPRD, seperti Murat Polisiri (Ketua Komisi II), Safrisal Syafrisal Lasidji, dan angota sejumlah angota DPRD lainnya.

Dalam pertemuan, Wakil Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Mohtara Djumati, menyampaikan  setalah DPRD informasi dari masyarakat Desa Aketobatu, DPRD akan menyampaikan kepada Polres Kota Tidore Kepulauan, agar secepatnya menindaklanjuti.

"Masyatakat telah menyampaikan informasi ke DPRD, sehingga tingal DPRD menyurat ke Polres Kota Tidore Kepulauan, terkait dengan hasil pertemuan DPRD dengan masyarakat pada hari ini, sehingga polres secepatnya memproses," ungkap Wakil Ketua I DPRD Kota Tidore Kepulauan.

Lanjut Pria yang biasa disapa Movos itu, hasil pertemuan pada hari juga diminta kepada pihak persidangan DPRD agar dimasukan dalam notulensi, sehingga apa yang disampaikan menjadi catatan DPRD.

Terpisah dalam pertemuan juga disampaikan oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Tidore Kepulauan DPRD akan menyurat secara kelembangan ke Polres Kota Tikep agar menindaklanjuti laporan yang sudah di sampaikan oleh masyarakat Desa Aketobatu, dan dibutuhkan kesabaran masyarakat karena akan membutuhkan waktu.

Salah satu masyarakat Desa Aketibatu, saat dikonfirmasi mengatakan, masyarakat menilai Polres Kota Tikep lampat menindaklanjuti laporan. Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor : STPL / 24/Vl/2020/MaIut/Res Tidore Kepulauan pada hari Jumat tanggal 12 Juni 2020 dan hingga kini belum ada progres dari laporan tersebut.

"Kami menilai Polres Kota Tikep lambat menindaklanjuti laporan, padahal hampir sebulan kami memasukan laporan, namun sampai saat ini belum juga ditindaklanjuti," ungkap sala satu masyarakat Desa Aketibatu yang namanya tidak mau disebutkan.

Menurutnya, Pemerintah Desa Aketobatu diduga memalsukan tandatangan masyarakat dengan cara mencairkan anggaran kegiatan, tetapi kegiatan yang dicairkan tidak ada item kegiatan, salah satunya adalah kegiatan Lomba PKK dengan anggaran sebesar Rp. 20.000.000 di tahun 2017.

"Di tahun 2017, Desa Aketobatu tidak pernah melakukan lomba yang dilakukan oleh PKK, sehingga perangkat Desa memalsukan tandangan warga dengan cara mencairkan anggaran sebesar Rp 20.000.000," ungkap warga tadi.

Dia juga memparkan, dugaan penglanggaran hukum yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Aketobatu. namun ada beberapa item kegiatan yang diduga bermasalah, antara lain : 1. bantuan Kelompok Tani Desa Aketubatu mengunakan dan Desa Aketobatu Sebesar Rp.119.500.000, (2). Kegiatan (Lembaga Pemberdayaan Masarakat) untuk meyerap anggaran sebesar Rp. 5.000.000, (3). kegiatan Lomba PKK dengan anggaran sebesar Rp. 20.000.000 (4) kegiatan Lomba antara RT dengan menggunkan anggaran Desa sebesar Rp. 22.000.000. Total dana yang diserap sebesar Rp. 166.500.000.

Waka Polres Kota Tidore Kepulauan, Kompol Alwan Alfan saat dikonfirmasi membenarkan bahwa masyarakat Desa Akrtobatu telah memasukan laporan ke Polres Kota Tikep dan dirinya (Waka Polres) telah menyampaikan kepada KBO Polres Kota Tidore kepulauan, agar segera menindaklanjuti laporan masyarakat.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.