Header Ads

https://daihatsu.co.id/

dJAMAN Malut Independen; Sikap Politik Mantan Ketuanya Merupakan Sikap Pribadi

Ketua dJAMAN Maluku Utara RahmatSyafruddin menyebutkan sikap politik mantan ketua organisasi itu sebagai sikap pribadi dan tidak terkait dengan organisasinya. 
Tidore - Terkait dengan dukungan yang di lontarkan oleh salah satu mantan Ketua Djaringan Mahasiswa Nuku ( dJAMAN) Provinsi Maluku Utara terhadap salah satu Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan (Tikep) manuai bantahan dari pengurus dJAMAN Maluku Utara yang aktif.

Organisasi dJAMAN Maluku Utara (Malut) menilai komentar mantan ketua Rustam Ismail pada salah satu media online JARITA.ID tentang ajakannya terhadap institusi bermahkota emas untuk memenangkan AMAN Jilid II  terlalu bombastis dan menyeret masuk lembaga  kedalam rana politik, ini dianggap  telah mencederai citra atau nama baik dan independensi organisasi.

Ketua Umum dJAMAN  Maluku Utara M. Rahmat Syafruddin melalui rilis persnya (20/8/2020) menyampaikan bahwa, sekalipun Rustam Ismail sebagai salah satu mantan ketua dJAMAN Malut, bukan berarti membawah institusi ini ke ranah politik untuk memenangkan salah satu bakal calon.

"Seharusnya, sebagai senior dalam organisasi, harus memberikan pencerahan yang baik kepada lembaga ini, bukan mengajak lembaga masuk dalam politik praktis," ujar Rahmat kesal.

Lanjut Othan, sapaan akrabnya, secara kelembagaan, kami membantah ungkapan dari Rustam Ismail yang menilai terlalu bombastis dan tidak realistis terhadap prestasi dan kepekaan pasangan AMAN (Jargon salah satu bakal calon) dalam memperhatikan pemuda dan mahasiswa Tidore,  perlu diingatkan bahwa mahasiswa bukan hanya dJAMAN tapi juga mahasiswa Tidore yang berada di luar Provinsi Maluku Utara.

“Saya tidak sependapat dengan Ko Temsy (Rustam Ismail) karena asrama Tidore dibangun pada masa kepemimpinan Achmad Mahifa bukan masa kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen," ungkap Rahmat.

Rahmat menambahkan, terkait dengan aula rebelian memang dibangun pada kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen dengan jumlah anggaran yang besar (sekitar Rp400 juta). Tapi, hasilnya bertolak belakang dengan pagu anggaran yang ditetapkan DPRD Kota Tidore.

"Bukan hanya dJAMAN tapi juga asrama mahasiswa di PKPM NUKU Jogjakarta yang sampai detik ini belum dibangun, lantas dimana kepekaan dan prestasi yang ko Temsy," pungkasnya.

Rahmat mengungkapkan, kami akan melakukan silaturahmi dengan seluruh anggota dJAMAN di Asrama Nuku Gambesi maupun Sekretariat Prince Rebel Akehuda, dJAMAN tetap membuka diri dengan dasar bahwa perkenalan dan silaturahmi antara junior dan senior harus tetap terjaga.

"Rustam Ismail adalah senior dan salah satu mantan ketua  dJAMAN Malut, jika beliau berkunjung adalah sudah merupakan tanggung jawabnya sebagai senior dan mantan ketua, kami memaknainya siapapun yang mengintegrasikan dirinya di institusi ini adalah keluarga dan wajar untuk silaturahmi dan berkenalan," ungkapnya.

Othan yang juga putra asal Tidore menegaskan, dirinya mewakili seluruh anggota dJAMAN  Maluku Utara meminta kepada senior dan alumni bahwa jangan menyeret institusi bermahkota kesultanan ini kedalam kepentingan politik praktis yang merusak nama baik organisasi.

"Ko Temsi (Rustam Ismail) memang Mantan ketua dan sikap politiknya mendukung siapapun di Pilwako Tikep Tahun ini, dJAMAN Maluku Utara tetap bersikap netral," tutup Rahmat. ( DAR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.