Header Ads

https://daihatsu.co.id/

FOLILA MAIDI Nilai Pernyataan Kadis PUPR Kota Tikep Tak Sesuai Fakta

Kondisi Jalan Oba Selatan rusak parah. FOLILA MAIDI mempertanyakan pernyataan dari Kadis PUPR Kota Tikep yang menyebut rusak hanya di beberapa titik. Foto : Sukardi Hi Ahmad.
Tidore - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  Kota Tidore Kepulauan (Tikep) menanggapi keluhan masyarakat soal kondisi Jalan Oba Selatan. Dia menyatakan Jalan Kecamatan tersebut mengalami kerusakan hanya beberapa titik, lalu menyebut cuaca dan kendaraan yang lewat sebagai penyebab rusaknya jalan serta pengganggaran untuk peningkatan jalan dan jembatan Trans Maidi Hampir Rp.5 miliar di masa kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Senin.

Forum Peduli Kelangsungan Maidi (FOLILA MAIDI) bereaksi atas pernyataan itu. Abubakar Ismail, Sekretaris Jendral FOLILA MAIDI, menilai Kadis PUPR Kota Tikep kehilangan arah saat bicara kepetingan rakyat. “Saya kira Kadis PUPR Tikep dalam komentarnya kehilangan kompas dalam melihat kesejahteraan rakyat, saya tegaskan bahwa jalan Payahe-Dahepodo ruas Selamalofo sampai Nuku rusak parah, dan bukan rusak hanya berapa titik seperti yang disampaikan Kadis PUPR Tikep. Untuk jalan Trans Maidi sama halnya, saat ini juga rusak parah,” tandanya.

“Menyebut cuaca dan kendaraan yang lewat sebagai penyebab rusaknya jalan adalah alasan paling ngawur, bukankah kedua hal itu dipertimbangkan hingga ada perencanaan teknis? Seharusnya Dinas PUPR rutin melaksanakan kegiatan pemeliharaan, karena sampai hari ini saya lihat belum ada tindakan pemeliharaan dan lagi pula dalam tahapan perencaan sudah ada target umur rencana. Kalau penggaran hampir Rp5 miliar dan hari ini kondisinya rusak, sebaiknya pihak penegak hukum melirik hal ini," papar Abubakar.

Ia menambahkan, “Kondisi Jalanan Oba Selatan saat ini berlumpur secara total, lalu yang dimaksud rusak hanya sebagian itu dimana? Atau standar jalanan rusak di Oba Selatatan seperti apa? Bila jalan Oba Selatan ini dibentangkan di ruas Rum sampai Soasio masih dibilang tidak rusak? Jadi saya kira komentar Kadis ini ngawur. Kami minta Kadis ini dicopot dari jabatannya, karena kondisi jalan di Trans Maidi hari ini juga bentuk dari kelalaian dia, dan komentarnya menyesatkan. Kami juga paham nomenklatur jalan di kecamatan Oba Selatan, yang mana status Kabupaten/Kota dan yang mana statusnya Provinsi, jadi baiknya Pemkot fokus saja pada nomenklatur Kota (Jalan Trans Maidi dll) dari pada sibuk buat komentar soal jalan yang nomenklaturnya Provinsi. Pemprov juga jangan tutup mata, rakyat membutuhkan Public Address dari pemerintah soal ini."

Laki-laki yang akrab disapa Aka ini juga menyesali media yang memuat komentar Kadis PUPR. Aka menyampaikan, “Seharusnya diruang redaksi, media menekankan verifikasi jurnalisme, dan tidak asal muat berita. Beberapa media yang memuat komentar Kadis PUPR menggunakan gambar jalan Desa Maidi dengan foto yang diambil sekitar 2 tahun lalu, dan saat ini rusak parah. Saya pikir ini tindakan yang menyesatkan publik, tapi saya bersyukur ada byline diberita tersebut. Saya harap media cetak maupun online jangan merekrut wartawan seperti ini,” tutupnya.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.