Header Ads

https://daihatsu.co.id/

HMI Cabang Ternate Kutuk Keras Premanisme terhadap GPM di Kejaksaan Tinggi Malut

Ketua Umum HMI Cabang Ternate Safrudin Taher.
Ternate- Tindakan pemukulan oleh preman terhadap massa aksi Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) Maluku Utara (Malut) di Kejaksaan Tinggi, Kota Tenate, Selasa (04/08/2020), mendapat kecaman keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate.

Kecaman keras ini di sampaikan langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Ternate, Safrudin Taher. Ia menilai bahwa tindakan premanisme adalah sikap primitif dan tidak mendapat tempat di alam demokratisasi saat ini.

"Kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum, adalah hak konstitusional setiap warga negara yang dijamin dalam konstitusi. Hal ini menegasikan bahwa siapa saja yang mencoba menghambat, merintangi dan membubarkan aktivitas orang untuk menyampaikan pendapat dimuka umum adalah bertentangan dengan hukum tertinggi, yakni konstitusi. Saya berharap kepada Polda Maluku Utara selaku lembaga penegak hukum, dapat secepat mungkin memproses oknum premanisme sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan memberikan sanksi yang dapat memberi efek jera kepada pelakunya," tegas Saprudin Taher.

Sebagaimana kita ketahui, GPM dalam aksinya di Kejaksaan Tinggi Maluku Utara menyoroti dugaan dan indikasi korupsi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep) dan meminta kepada Kejaksaan Tinggi Malut serta Polda Malut segera menindaklanjuti dugaan korupsi tersebut.

Menurut Safrudin, hal yang lebih memalukan adalah adanya dugaan kuat aksi premanisme itu dilakukan oleh  kader partai. "Jika betul pelaku itu adalah kader partai pendukung Walikota dan Wakil Wali Kota Tikep, maka ada dugaan bahwa mereka disuruh untuk melakukan, sebab tidak mungkin seorang kader partai bertindak atas keinginan sendiri. Pasti ada keterlibatan elit partai yang lain, maka Polda Malut harus lebih jeli dalam melihat kasus ini," ungkapnya.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.