Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Jepara Disebut sebagai Pusat Episentrum Penyebaran Narkoba?

Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan, daerah Kabupaten Jepara merupakan episentrum penyebaran narkoba di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Foto : Wisnu.
Semarang - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah menyebut wilayah Jepara menjadi pusat episentrum peredaran narkoba. Hal itu menyusul bahwa di Jepara banyak pelabuhan tikus yang dimanfaatkan untuk memasukkan barang-barang terlarang seperti narkoba untuk bisa diedarkan di wilayah Jawa Tengah.

Hal itu diungkapkan Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Benny Gunawan kepada sejumlah wartawan, Selasa (4/8/2020). Ia mengutarakan, pusat episentrum peredaran narkoba yang saat ini menjadi titik kerawanan terletak di wilayah Kabupaten Jepara. Hal itu disebabkan, barang-barang yang didatangkan dari Kalimantan, Sumatera, dan Jakarta melalui pelabuhan tikus, akan disebarkan ke wilayah Jawa Tengah seperti Cilacap, Solo, dan Pekalongan.

"Saya sudah bicara dengan Kapolda Jateng, Kapolres dan Bupati Jepara, untuk datang ke Jepara dan melihat langsung titik-titik yang dimungkinkan untuk peredaran narkoba," ungkap Brigjen Pol Benny Gunawan.

Menurutnya, faktor penyebab Jepara dijadikan sebagai target episentrum karena selain luas wilayahnya, juga banyak orang asing yang datang, serta banyaknya pelabuhan tikus yang memungkinkan narkoba bisa masuk ke Jepara.

"Kemarin ada modus operandi baru yang cukup mencengangkan dan sulit dideteksi, namun bisa dibongkar, yaitu narkoba jenis ganja yang dicampur dengan kue brownis, dan itu efeknya bisa 2 kali lipat kalau dihisap," ungkapnya.

Sebelumnya, masih menurut Bennya, pihak BNN juga mengungkap peredaran narkoba dari tembako gorila yang ada di wilayah pantura, termasuk pengungkapan kasus narkoba di wilayah Tegal dan Pemalang.

"Kita juga tercengang lagi adanya peredaran narkoba dengan modus melalui dubur, microwave, dan boneka. Para pengedar ini menganggap bahwa wilayah Jawa Tengah sangat strategis dari segala penjuru untuk penyebaran narkoba," tandasnya. (WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.