Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Kejari Soasio Bidik Anggaran Covid -19 Tahap Pertama

Kepala Kejaksaan Negeri Soasio Kota Tikep Adam Saimima, SH, MH.
Tidore - Kejaksaan Negeri (Kejari) Soasio, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Provinsi Maluku Utara, mulai bergerak menyelidiki penggunaan anggaran Covid -19 tahap pertama, yang dikelola Dinas Kesehatan Kota Tidore sebesar Rp 2,5 milyar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Adam Saimima, S.H. M.H saat dikonfimasi di kantor Kejari Soasio mengatakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Soasio Kota Tikep menindaklanjuti hasil APIP oleh Inspektorat, hingga saat ini Kejari meninjau hasil pengunaan dana Covid -19.

"Dari hasil yang hasil peminjauan, ditemukan di salah satu puskesmas mengembalikan anggaran ke Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan,  sehingga kejari memangil pihak Dinas Kesehatan untuk menanyakan kebenaran apakah ada pengembalian anggaran," ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Soasio. Adam Saimima, S.H. M.H.

Ia mengatakan, Kejari Soasio akan melakukan pemeriksaan di seluruh Puskesmas di Kota Tidore Kepulauan, karena hingga saat ini Inspektorat baru menyerahkan pengunaan anggaran Covid-19 tahap 1 (satu) sedangkan penggunaan anggaran tahap ke II dan selanjutnya pihak Inspektorat belum menyerahkannya.

"Kejari Soasio sampi saat ini, baru memeriksa dua puskesmas, yakni puskesmas Desa Galala Kecamatan Oba Utara, dan Puskesmas Kelurahan Akelamo Kecamatan Oba Tengah," tegas Adam.

Dia menambahkan, berdasarkan hasil temuan di lapangan Kejari Soasio memangil Dinas Kesehatan, untuk menanyakan kebenaran pengembalian anggaran sebesar Rp 7.000.000, dan Kejari Soasio akan meninjau ulang Puskesmas Akelamo.

"Untuk anggaran tahap dua, Kejari menunggu pemeriksaan di internal APIP, baru di serahkan ke Kejari," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tikep Abdullah Maraddjabesy mengatakan, Kejaksaan juga masuk sebagai Ketua III Covid-19, bertugas sebagai pegawas anggaran di seluruh SKPD, bukan cuman mengawasi anggaran di puskesmas.

"Puskesmas tidak memiliki anggaran, karena hanya anggaran posko yang di bentuk oleh setiap puskemas," kata Abdullah Maraddjabesy.

Terkait dengan Anggaran yang dikembalikan Abdullah mengatakan, "Sebaiknya langsung ditanyakan ke bendahara, karena saya tidak hafal anggaran apa yang dikembalikan."(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.