Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Ketua MPR Heran, Mengapa Gedung Strategis Pencegahan Kebakarannya Tidak Optimal

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.
Jakarta - Kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) tidak hanya menghenyakkan publik, namun juga pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Kebakaran gedung strategis yang dapat dikatakan sebagai salah satu "simbol" penegakan hukum itu tentu sangat membuat berbagai pihak iba. Betapa gedung strategis pencegahan terhadap insiden kebarakan terkesan begitu minim.

Ketua MPR, Bambang Soesatyo juga heran bagaimana gedung utama Kajagung itu ludes begitu saja tak bisa dicegah.


"Saya yakin gedung Kejaksaan Agung RI pasti dilengkapi dan didukung sejumlah alat bantu pencegah kebakaran besar, seperti fire hydrant, detektor asap, fire alarm hingga sprinkler, dan tabung atau alat Pemadam Api. Jika semua alat bantu itu digunakan, kebakaran bisa dilokalisir,’’ ujar Bamsoet, Minggu (23/8).

Bamsoet menyebut memang para pejabat Kejaksaan Agung sudah menegaskan tak ada berkas perkara dan alat bukti yang terbakar. Namun, menurut Bamsoet, pernyataan ini tidak cukup untuk memenuhi rasa ingin tahu publik.

"Gedung itu pasti selalu dijaga karena ada dokumen penting, termasuk alat penyadap," tuturnya.

Bamsoet prihatin dengan peristiwa terbakarnya gedung Kejaksaan Agung RI, dan berharap Jaksa Agung tetap tegar. Bamsoet mendesak Jaksa Agung untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh tentang penyebab kebakaran itu.

"Menurut saya, itu kebakaran skala besar untuk sebuah komplek perkantoran yang strategis, karena berlangsung selama beberapa jam hingga tengah malam tadi," pungkasnya.(MH/GR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.