Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Pengamat : Dana untuk Influencer dan Buzzer Dinilai Kukuhkan Anggapan Rezim Simulacra

Ubedilah Badrun, pengamat sosial politik UNJ.
Jakarta - Penggunaan dana fantastis untuk penggunaan jasa influencer maupun buzzer di dunia maya, belakangan ini menjadi perbincangan publik. 

Hal yang menarik dikeluarkan oleh Pengakat Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun. Menurutnya, pemerintahan Joko Widodo mirip seperti rezim simulacra atau realitas semu karena rela menggelontorkan uang mencapai Rp 90,45 miliar untuk menggunakan influencer ataupun buzzer.

Ubedilah Badrun menanggapi temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) bahwa rezim Jokowi menggelontorkan uang Rp 1,29 triliun untuk aktivitas digital, dan untuk influencer sebesar Rp 90,45 miliar.

"Dalam perspektif sosiologi politik ketika sebuah pemerintahan cukup banyak menggunakan uang rakyat (APBN) untuk aktivitas media digital hingga mencapai Rp 1,29 triliun bahkan ada biaya untuk influencer dan buzzer senilai Rp 90,45 miliar itu artinya rezim pemerintahan ini benar-benar rezim simulacra," ujar Ubedilah Badrun, Kamis (20/8).

Rezim simulacra sendiri, lanjutnya, dimaknai sebagai rezim politik yang diproduksi oleh sebuah industri komunikasi massa atau media sosial yang mengaburkan fakta melalui konstruksi realitas semu secara masih atau pencitraan masif.

"Simulacra adalah sebuah terminologi Jean Baudrillard (1929-2007), seorang sosiolog politik Prancis ketika menggambarkan realitas semu. Jadi rezim ini rezim yang gila realitas semu, rezim yang gila citra, takut realitas sesungguhnya," kata Ubedilah.

Masih menurut Ubedilah, hal tersebut dianggap sangat tidak punya hati nurani lantaran pencitraan dilakukan di tengah pandemik Covid-19.

"Lebih parahnya uang rakyat yang cukup besar Rp 90,45 miliar tersebut digunakan untuk pencitraan rezim (simulacra) di medsos di tengah rakyat banyak yang sedang menderita kemiskinan akibat Covid-19. Sungguh rezim ini tidak punya nurani. Tidak malu sama rakyat," terang Ubedilah. (GR/RM)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.