Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Warga Hunian Kasus Narkoba di Jateng Mencapai 5.678 orang

Priyadi.
Semarang - Peredaran narkoba di wilayah Jawa Tengah hampir 50 persen mengalami peningkatan. Berdasarkan data BNN Provinsi Jawa Tengah, ada sebanyak 5.678 warga hunian yang di penjara lantaran tersandung kasus narkoba.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Jawa Tengah, Priyadi, kepada sejumlah wartawan di halaman kantor BNN Provinsi Jawa Tengah mengatakan, sesuai hitungan per semester untuk seluruh hunian diwilayah Jawa Tengah terjadi peningkatan 50 persen, bahkan saat ini yang menjadi kecenderungan seperti di wilayah Jepara, Kudus, Pati, Blora, dan sekitarnya, akan menjadi perhatian khusus bagi warga binaan yang tersandung kasus narkoba.

"Sejak pertama kali saya datang, sudah diperintahkan untuk melakukan antisipasi, artinya ini adalah bagian dari penekanan khusus untuk melakukan penanganan kasus narkoba," ungkapnya kemarin.

Meningkatnya kasus narkotika, lanjut Priyadi, disebabkan karena faktor ekonomi, Terlebih di masa pandemi Covid-19 yang memicu orang untuk bertindak dalam kasus penyalahgunaan narkotika, dengan menjadi penjual atau pengedar.

"Kita sudah ambil langkah di 2 tataran, misalnya di kantor wilayah akan dibentuk satgas khusus untuk narkoba, dan UPT bersama dengan stakeholder akan turun ke lapangan untuk memastikan bahwa tidak ada peredaran narkoba khususnya di lapas," katanya.

Saat ini, lanjutnya, peredaran narkoba menjadi salah satu bagian yang krusial untuk bagaimana memeranginya. Untuk wilayah Jawa Tengah, baik itu petugas maupun warga binaan yang sengaja melakukan peredaran narkoba di dalam Lapas maka akan dikirim ke Nusakambangan.

"Kita di Jawa Tengah, tidak perduli petugas maupun warga binaan, yang sengaja melakukan peredaran narkoba maka akan dikirim ke lapas Nusakambangan, memang di musim pandemi ini pengunjung berkurang namun handphone bisa menjadi salah satu sarana untuk peredaran narkoba di lapas, dan itu harus ada langkah untuk menangani bersama, bahwa IT harus dilawan dengan IT, dan tidak lama lagi BNN bersama Kemenkumham akan kerjasama untuk memberantas narkoba," pungkasnya. (WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.