Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Guna Menyiapkan Keterampilan WBP, Lapas Kelas 2B Pati Gandeng BLK untuk Berikan Pelatihan

Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas 2B Pati diberikan pelatihan membuat batako, tukang bangunan, salon, hingga sablon agar mereka bisa siap kerja bila bebas nanti. Foto : Wisnu.
Pati - Pelatihan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), terutama dalam bidang keterampilan guna menyiapkan diri menghadapi dunia kerja nampaknya tidak hanya dilakukan bagi masyarakat pada umumnya. Kali ini, Lapas Kelas 2B Pati dengan menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) dibawah naungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pati membuat terobosan dengan membuka latihan lapangan kerja di bidang pembuatan paving blok, sablon dan salon yang diikuti Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mendekam di Lapas Kelas 2B Pati.

Kasubsi Latihan Kerja Lapas Kelas 2B Pati Sumarlan kepada wartawan Kamis (10/9/2020) mengatakan, kegiatan pelatihan bagi WBP ini dilakukan untuk memberi pembekalan bagi warga binaan ketika keluar bebas sudah memiliki lapangan kerja.

"Kegiatan ini dilakukan untuk memberi bekal manfaat bagi WBP, apabila keluar nanti ilmu yang dimiliki bisa bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Menurutnya, ada beberapa latihan pembinaan yang diberikan, diantaranya pelatihan Sablon yang diikuti 5 orang, pelatihan salon yang diikuti 6 orang wanita, dan pelatihan tukang batu yang diikuti 10 orang.

"Kegiatan dimulai sejak Rabu (9/9) kemarin, dan saat ini hari pertama pelatihan, dan untuk bimbingannya masih pemberian bekal materi dari BLK," ungkapnya.

Kegiatan ini, lanjut Sumarlan, tidak diikuti oleh semua warga binaan yang ada di Lapas Kelas 2B Pati, sebab masih disesuaikan dengan anggaran yang ada, dan sejauh ini selain mendapat dukungan dari BLK, untuk fasilitas dan bahan-bahan yang digunakan masih disediakan dari Lapas.

"Tidak semua WBP yang mengikuti, karena anggarannya terbatas, dan ke depan kita akan membuat besek pindang, dan untuk pendistribusiannya sudah ada yang siap membeli," paparnya.

Saat ini, yang rutin dijalankan oleh warga binaan adalah pembuatan paving blok. Ada 3 jenis motif yang dibuat, yakni bentuk kacang, bentuk segi 6, dan bata, sedangkan untuk kualitas ada beberapa kriteria yakni kw 1, kw 2, kw 3 dan super yang hasil karyanya sudah diuji dari laboratorium Undip.

"Untuk pendistribusian keluar, kita sudah kerjasama dengan beberapa toko bangunan, dan beberapa cv yang mengambil, dan respon masyarakat juga bagus, sebab harganya juga terjangkau. Hanya saja selama ini kita masih terkendala dengan material, dan harapan kami ke depan mendapat dukungan dari pemerintah," tandasnya. (WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.