Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Baru Kasus Djoko S. Tjandra

Teman dekat Jaksa Pinangki, Andi Irfan Jaya ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus gratifikasi Djoko S. Tjandra. Akankah ada pihak lain yang kembali terkait? Foto : Ist.
Jakarta - Bak bola salju, kasus Joko S Tjandra semakin menggelinding mengait pihak-pihak yang terkait dengan upayanya lepas dari jerat hukum. Kejaksaan Agung (Kejagung) selain menetapkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Djoko S. Tjandra, kini menetapkan Andi Irfan Jaya sebagai tersangka bersama, Wiyasa Santoso Kolopaking selaku saudara Pengacara Terpidana Djoko Tjandra dan Dede Muryadi Sairih.

"Setelah pemeriksaan para saksi selesai, berdasarkan pendapat Jaksa Penyidik yang memeriksa, terdapat bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan Saudara AIJ (Andi Irfan Jaya) sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi gratifikasi menyusul penetapan Tersangka PSM (Pinangki Sirna Malasari) dan Tersangka JST (Joko Tjandra)," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono di Kejagung, Rabu (2/9).

Menurut Hari, Andi Irfan Jaya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print-53/F.2/Fd.2/09/2020 tanggal 2 September 2020 dan Surat Perintah Penetapan Tersangka Nomor : TAP-58/F.2/Fd.2/09/2020 tanggal 2 September 2020. Dalam kasus ini Andi Rifan Jaya disangka melanggar Pasal 5 Ayat (2) jo ayat (1) huruf b atau Pasal 6 ayat (1) huruf a jo. Pasal 15 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Selanjutnya terhadap Tersangka AIJ dilakukan penahanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) terhitung sejak tanggal 02 September 2020 s/d 21 September 2020," jelasnya.

Penahan terhadap Andi Irfan, lanjutnya, berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : Print-29/F.2/Fd.2/09/2020 tanggal 2 September 2020 dan ditempatkan di Rutan Cipinang Cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan Pinangki dan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra sebagai tersangka. Pinangki diduga menerima suap dari Djoko Tjandra. Sementara, Andi diduga menjadi perantara yang memberikan uang tersebut kepada Pinangki.

Dalam kasus ini, Pinangki diduga menerima uang suap sebesar 500.000 dollar Amerika Serikat atau jika dirupiahkan sebesar Rp 7,4 miliar. Kejagung menduga ada pemufakatan jahat terkait kepengurusan fatwa dari Mahkamah Agung (MA). Fatwa tersebut diurus agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi dalam perkara Bank Bali yang menjeratnya.

Namun, pengurusan fatwa tersebut tidak berhasil. Djoko Tjandra kini menjalani hukuman di Lapas Salemba, Jakarta atas kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali. Sementara, Pinangki ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung.(BH/AS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.