Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Keluarga Korban Pertanyakan Proses Hukum Terhadap Pelaku Lakalantas

Lilik, keluarga korban lakalantas yang meninggal mempertanyakan kejelasan proses hukum pelaku setalah tiga bulan belum ada perkembangan. Foto : Wisnu.

Pati - 
Lilik (34), warga Desa Sundoluhur Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati menyesalkan proses hukum penanganan korban kecelakaan lalu-lintas (Lakalantas), di Polres Pati. Korban lakalantas yang menimpa ayahnya yakni Ngadiman (50), hingga meninggal dunia sejak 4 Juli 2020, namun sampai saat ini tidak ada mediasi atau upaya hukum buat pelaku. 

"Kasus ini sudah 3 bulan lalu, namun sampai saat ini tidak ada mediasi atau upaya hukum buat pelaku," ungkap Lilik kepada wartawan Kamis (24/9/2020).

Berkali-kali, lanjutnya, pihaknya sudah melakukan koordinasi ke pihak Lakalantas Polres Pati, hanya saja hal itu tidak membuahkan hasil, bahkan untuk mediasi antara pelaku dengan keluarga korban juga tidak ada tindak lanjut. Padahal kasus ini sudah tiga bulan lalu.

"Saya tidak tahu, apakah ada upaya hukum dan sudah dilimpahkan apa belum ke Kejaksaan. Karena sesuai informasi, kasus ini mandek lantaran dugaan adanya intervensi dari oknum terkait," ujarnya. 

Dikatakannya, mediasi antara pelaku dengan keluarga korban sejauh ini tidak ada hasil, karena belum ada kesepakatan dari pihak keluarga korban yang meninggal dunia, dan keluarga korban berharap agar masalah ini bisa segera diselesaikan ke jalur hukum saja. Apalagi dari hasil koordinasi dengan pihak lakalantas bahwa molornya selama tiga bulan ini, pihak lakalantas selalu berdalih masih melengkapi berkas dan datanya belum lengkap.

"Saya dan keluarga minta pertanggung-jawaban agar kasus ini diproses hukum, jangan terkesan diintervensi oleh pihak-pihak terkait, karena orang tua saya sudah meninggal, apalagi selama ini tidak ada mediasi dari pihak keluarga pelaku," jelasnya. 

Sementara Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Pati Firman Wahyu, SH.MH ketika dikonfirmasi mengaku tidak ada perkara atau SPDP yang masuk soal lakalantas yang mengakibatkan korban meninggal atas nama Ngadiman warga Sundoluhur.

"Tidak ada perkara yang masuk soal lakalantas yang korbannya meninggal dunia," katanya.

Menurutnya, sesuai proses hukum tidak ada perkara yang masuk sampai tiga bulan, sebab sesuai aturan untuk perkara biasanya dari penyidik setelah 7 hari melakukan penyidikan wajib mengirimkan SPDP ke kejaksaan, dan setelah itu pihak kejaksaan akan memantau perkembangan SPDP selama 30 hari. Apabila dalam 30 hari penyidik tidak mengirimkan berkas perkara tahap 1, maka dari kejaksaan wajib menanyakan hasil perkembangan penyidikan dengan memberi surat kepada penyidik yaitu P-17. 

"Apabila belum ada tindak lanjut juga selama 30 hari setelah diterbitkan P17 yang pertama, maka pihak kejaksan akan mengirimkan kembali surat P17 yang kedua, namun apabila tidak ada tindak lanjut dari surat P17 kedua yang kami berikan maka kami pihak kejaksaan akan mengembalikan SPDP ke penyidik yang dikirim ke kejaksaan."Jelas Firman.(WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.