Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Kuasa Hukum Direktur KSP MJM Tegaskan Kliennya Bukan Tersangka Utama Kasus PDAM Kudus

Dewan Purnama, SH, MH, kuasa hukum Direktur KSP Mitra Jati Mandiri menegaskan kliennya bukanlah tersangka utama kasus jual beli jabatan di PDAM Kudus. Foto : Ist.
Kudus - Kuasa Hukum Direktur Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mitra Jati Mandiri, Sukma Oni Irwardani, menegaskan, kliennya bukan tersangka utama dalam kasus dugaan kenaikan jabatan Direktur PDAM Kudus.

"Klien kami hanya menerima uang sebagai kembalian atas hutang pihak terkait, jadi bukan tersangka utama," ungkap Dewang Purnama SH MH, selaku kuasa hukum Sukma Oni Irwadani, Selasa (8/9).

Dewang Managing Partners dari Kantor Hukum Dewang and Partners (D&P) Law Office tersebut menambahkan, Sukma Oni tidak memiliki wewenang atas kasus yang sedang diperkarakan.

"Jadi memang sudah konsekuensi klien kami dengan menerima uang tersebut, yang merupakan hak nya atas hutang," tambahnya.

Terdakwa yang saat ini ditahan sebagai tahanan kejaksaan di Lapas Kedungpane Semarang telah mengajukan JC (Justice Collaborator).

"Kami kemarin ajukan JC (Justice Collaborator) untuk mengupas tabir ini biar tuntas, yang benar biar benar, yang salah biar salah," ungkapnya.

Untuk diketahui, Sukma Oni Iswardani yang turut disangkutkan dalam dugaan suap kenaikan jabatan Direktur PDAM Kudus. Ia ditahan penyidik Kejati Jateng pada 28 Juli 2020 lalu. Terdakwa dikenai beberapa pasal dari pasal 11, 12 huruf e, dan pasal 5 terkait Undang undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Sebelumnya, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati, Ketut Sumedana menegaskan, peran Sukma Oni ini sebagai perantara selaku penyimpan dan penarik dana kepada pegawai PDAM yang hendak dilantik.

"Tersangka (Sukma Oni-) ini disuruh Direktur Utama PDAM untuk menempatkan uang dari pegawai di koperasinya," ungkap Ketut.

Selain Oni, penyidik Kejati Jateng juga telah menetapkan dua tersangka lain, yakni Dirut PDAM Kudus, Ayatullah Humaini serta pegawainya, Tony Y.

Menurut dia, sudah ada 26 orang mengaku menyerahkan uang totalnya Rp 720 juta dan jumlahnya masih bisa bertambah. Uang itu diberikan sebagai kompensasi pelantikan dirinya sebagai pegawai PDAM Kudus.(SM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.