Header Ads

https://daihatsu.co.id/

HT - Umar Solusi Pembangunan di Kepulauan Sula

Masyarakat masih menginginkan HT-Umar untuk memimpin Kepulauan Sula.
SANANA-Pemilihan kepala daerah di Indonesia yang bakal digelar secara serentak pada tanggal 9 Desember 2020 untuk daerah-daerah yang masa jabatan kepala daerahnya telah berakhir pada tahun 2021, salah satunya adalah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara (Malut).

Di Kabupaten Kepulauan Sula sendiri terdiri atas tiga pasangan calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, diantaranya petahana Hendrata Thes dan Hi.Umar Umabaihi (HT-Umar) yang diusung Partai Demokrat, PKB, PAN, Gerindra, Perindo dan PKPI. Kemudian Zulfahri Abdula Duwila dan Ismail Umasugi (Zadi-Imam) yang di usung Partai PKS, Nasdem dan Berkarya, serta pendatang baru dari Kabupaten Pulau Taliabu, Fifian Adeningsi Mus yang berpasangan dengan Hi.Saleh Marasabessy yang diusung Partai PDIP, Golkar, PPP, PBB, Hanura dan PSI.

Dari tiga pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati tersebut, pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Hendrata Thes dan Hi.Umar Umabaihi (HT-Umar) masih menjadi pilihan sebagian besar masyarakat sebagai solusi pembangunan di Kepulauan Sula.

Setiap Desa dan Kecamatan yang dikunjungi maupun dihubungi melalui via telepon oleh media ini, hampir sebagian besar warga mengatakan pilihan untuk pasangan HT-Umar. Mereka masih menaruh harapan kepada HT-Umar yang masih menjadi solusi pembangunan di Kabupaten Kepulauan Sula. "Kami masih menganggap HT-Umar mampu memenuhi janji-janji politiknya. Pembangunan di Kepulauan Sula berjalan dan tingkat kesejahteraan kami naik," ungkap salah satu warga yang ditemui media ini, Selasa (15/9).

Selain itu, warga juga mengungkapkan bahwa, dari tiga pasangan calon semua mempunyai kemampuan yang luar biasa, namun untuk memilih satu di antara tiga pasangan calon ini maka pilihan kami selaku warga masih tetap pada pasangan HT-Umar, karena solusi untuk menuntaskan pembangunan lima tahun ke depan itu kami masih percayakan pasangan HT-Umar.

Saat di tanya kenapa solusi pembangunan ada pada pasangan HT-Umar, warga menjawab bahwa karna saat ini sudah terbukti dilakukan oleh Hendrata Thes, dan hampir sebagian besar kami warga Kepulauan Sula sudah melihat dan merasakan hasil kerja nyata Hendrata Thes dalam kepememimpinannya selama empat tahun belakangan ini.

Sebelum dipimpin Hendrata Thes, di sejumlah ibu kota Kecamatan serta desa di belakang Pulau Sulabesi dan warga di sejumlah desa dan kecamatan di Pulau Mangoli tidak pernah menikmati listrik PLN. "Waktu itu kami selalu hidup dalam kegelapan," ujarnya.

Tak hanya itu, sebelumnya, akses jalan dari desa ke desa maupun dari desa ke ibu kota kabupaten belum dibuka. Semuanya terisolasi, sehingga pada waktu kepemimpinan sebelum Hendrata Thes, warga dari desa yang mau bepergian ke ibu kota kabupaten masih harus berjibaku melawan ombak dan panasnya terik matahari.

Semua itu dianggap berakhir saat Hendrata Thes terpilih sebagai Bupati. Ia telah menjawab semua itu dengan membuka semua akses jalan dari kota sampai ke semua pelosok desa. Meskipun ada sebagian yang belum diaspal tapi sudah mempermudah kami warga desa bepergian ke ibu kota menggunakan mobil dan motor darat dengan waktu yang tidak begitu lama. 

Begitupun listrik PLN. Meskipun itu adalah program Pemerintah Pusat tapi dengan terobosan yang luar biasa yang dilakukan Bupati Hendrata Thes akhirnya saat ini semua warga sudah menikmati listrik PLN. Bahkan jaringan telkomsel yang dulunya warga sulit untuk menikmati tapi sekarang telah bisa dinikmati.

Semua kebutuhan vital warga, mulai dari akses jalan, listrik, jaringan telkomsel, air bersih dan lain-lain hampir semua sudah mau dijawab oleh Hendrata Thes di periode pertama saat ini. "HT-Umar menurut kami masih merupakan solusi untuk melanjutkan pembangunan lima tahun ke depan," tandasnya. (EDL).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.