Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Merasa Diintimidasi, Pasopati Pati Laporkan Oknum GJL Ke Polres Pati

Persatuan Kepala Desa dan Perangkat Desa (Pasopati) Pati mengaku ada ancaman dan intimidasi. Foto : Wisnu.
Pati - Puluhan Kepala Desa (Kades) yang tergabung dalam Persatuan Kepala Desa dan Perangkat Desa (Pasopati) Kabupaten Pati menggelar konferensi pers terkait dengan ancaman dan intimidasi terhadap Lasman, salah satu Kades Desa Tlogorejo Kecamatan Winong Kabupaten Pati Jawa Tengah.

Ancaman dan intimidasi itu menyusul dari pernyataan HR salah satu oknum yang mengaku dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Jalan Lurus (GJL) Pati terhadap Lasman yang dilakukan melalui pesawat selulernya beberapa waktu lalu dengan nada ancaman dan intimidasi.

"Saya diancam dan diintimidasi melalui pesawat seluler bahwa katanya akan menghilangkan nyawa saya, dan itu direkam oleh perangkat saya," ungkap Lasman kepada sejumlah wartawan usai menggelar konferensi pers di kantor sekretariat Pasopati  Pati Rabu (2/9/2020).

Ketua Pasopati Pati Totok. Foto : Wisnu.
Menurutnya, dari hasil pengakuan HR melalui pesawat selulernya mengaku anak buah Riyanto Ketua GJL Pati, dan pernyataan-pernyataan yang disampaikan bernada kasar hingga mengancam akan membunuh.

"Pernyataan-pernyataan HR yang disampaikan membuat keluarga saya tidak nyaman, bahkan dari warga merasa khawatir apabila saya harus bepergian sendirian, olehnya itu dari kesepakatan bersama para Kades untuk melaporkan tindakan HR ini ke Polisi," katanya.

Setelah membuat laporan ke Polisi, lanjut Lasman, HR sendiri sempat menghubungi melalui pesawat seluler, bahkan melalui pesan Whatsapp yang bertuliskan untuk meminta maaf, hanya saja pesan itu langsung dihapus karena tidak direspon.

"HR sempat telpon saya, tapi tidak saya angkat, bahkan juga kirim whatsapp tapi langsung dihapus, karena tidak saya tanggapi," ungkapnya.

Ditempat yang sama, Ketua Pasopati Pati Totok mengatakan, untuk laporan terhadap HR ke Polres Pati disampaikan sejak 27 Agustus 2020 lalu, hanya saja sampai saat ini belum ada tindak lanjut, sehingga para Kepala Desa masih menunggu.

"Kami tetap melanjutkan ke proses hukum, karena ada kepala desa yang dilecehkan dan diteror, jumpa pers ini dilakukan untuk pembelajaran bagi media, LSM dan siapa saja soal pembicaraan dan berteman," tegas Totok. (WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.