Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Meresahkan Warga, Praktik Prostitusi di Juwana Pati Belum Ditertibkan

Maraknya praktik prostitusi di daerah Juwana, Pati membuat resah warga. Warga sudah sering mengadukan keadaan ini, namun belum juga ada penertiban. Pihak kecamatan mengatakan penertibannya dialihkan ke Pemerintah Kabupaten. Foto : Wisnu.
Pati - Masih maraknya praktik prostitusi di wilayah Kecamatan Juwana Kabupaten Pati Jawa Tengah semakin meresahkan warga. Banyak laporan maupun aduan yang disampaikan ke Pemerintah Kecamatan namun belum juga ada tindakan penertiban.

Dari data yang dihimpun, praktik prostitusi yang berada di seputaran ruko Desa Karangrejo pernah disampaikan ke pihak Kecamatan secara tertulis maupun lisan, hanya saja pihak kecamatan terkesan lemah untuk bisa menertibkannya.

"Saya sering menerima aduan dari warga masyarakat yang resah atas kembali berdirinya tempat prostitusi itu. Anehnya, ketika kami mengadu kepada Camat sampai detik ini tidak ditanggapi secara serius atau tidak direspon," ungkap Warga Desa Karangrejo yang meminta agar namanya tidak disebutkan, Rabu (23/09/2020).

Warga mencurigai adanya kongkalikong dengan oknum tertentu sehingga praktik prostitusi itu masih beroperasi.

Sementara itu, saat wartawan melakukan konfirmasi ke Camat Juwana Sugiono melalui pesawat selulernya, ia menyatakan bahwa penertiban tempat pratik prostitusi itu masih dalam proses. Lebih lanjut Sugiono menjelaskan, penertiban itu sudah dirapatkan bersama dengan Pemerintah Kabupaten dengan melibatkan stakeholder (pihak terkait) dan instansi berkompeten dalam melakukan penertiban itu.

"Kemarin, sudah dirapatkan ditingkat kabupaten dengan melibatkan semua stakeholder, dan sesuai rencana akan diambil alih oleh Pemkab untuk dilakukan penertibannya," jelasnya.

Saat ini, lanjut Sugiono, Pihaknya masih fokus dalam melakukan penanganan Covid-19, dan penertiban jam malam sesuai surat edaran bupati untuk memakai masker secara serentak selama 14 hari. "Dalam kondisi seperti saat ini, sementara kami sedang fokus mensosialisasikan dan penertiban (seperti tercantum dalam) surat edaran Bupati untuk memakai masker selama 14 hari," tandasnya. (WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.