Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Diduga Lakukan Pungli, Pihak Sekolah SD 02 Mintorahayu Pati Dilaporkan ke Ombudsman Jawa Tengah

Edi, Juru Bicara Aliansi LSM GNPK Pati. Foto : Wisnu. 

Pati 
- Dunia Pendidikan Kabupaten Pati Jawa Tengah nampaknya kembali tercoreng. Hal itu menyusul adanya oknum guru di Sekolah Dasar (SD) 02 Mintorahayu Kecamatan Winong yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap wali murid sekolah. 

Aksi pungli yang dilakukan oleh oknum guru itu mencuat dari hasil penelusuran Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GNPK Kabupaten Pati. Aliansi ini terdiri gabungan LSM beserta awak media di Kabupaten Pati. "Kami menyatakan sikap sesuai visi dan misi kami, dan kami akan terus bergerak melakukan kontrol sosial terhadap seluruh stakeholder pemangku kepentingan terhadap pelayanan publik di Pati," tegas Edi, juru bicara Aliansi LSM GNPK Kabupaten Pati, kepada sejumlah wartawan Jumat (2/10/2020).

Menurutnya, tindakan dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum guru dari SD 02 Mintorahayu saat ini sudah ditindaklanjuti, bahkan sudah dilaporkan ke Ombudsman Jawa Tengah pada 18 Juli 2020 lalu bernomor B/0082/LM.21-14/0187.2020/IX/2020, September 2020 yang ditandatangani oleh Ketua Ombudman Jawa Tengah Siti Farida.

"Kami masih menunggu hasil klarifikasi dari Ombudsman Jawa Tengah, yang sudah memberikan surat klarifikasi kepada pihak sekolah. Saya juga menunggu jawaban atas surat saya ke Dinas Pendidikan terkait kinerja dan disiplin PNS yang menjabat sebagai Kepala Sekolah, yang kami layangkan pada 18 Juli 2020, dan kebetulan saya sendiri yang melaporkan atas kuasa dari wali murid SD 02 Mintorahayu," kata Edi. 

Ia menjelaskan, pelaporan ini didasari atas keluhan wali murid yang mengaku mendapatkan undangan lewat pesan WA secara berantai untuk membantu sumbangan biaya pendidikan sebesar Rp. 25.000,. dan Uang Pembangunan Rp. 100.000., ditambah uang permisahan untuk kelas VI sebesar Rp.200.000., serta pembelian sampul raport sebesar Rp.40.000.

"Pungutan itu sudah berjalan sejak 2017 silam, bahkan untuk tahun ini (2020,-red), walau tidak ada acara perpisahan karena adanya pandemi covid-19, pihak sekolah masih menarik biaya perpisahan tersebut," ungkapnya. 

Edi yang kebetulan juga anggota LSM GNPK, sangat menyayangkan atas kejadian tersebut. Pasalnya, dari hasil investigasi ada unsur dugaan nepotisme, hal itu terbukti lantaran karena Komite Sekolah adalah adik kandung dari Kepala Sekolah sendiri.

"Mosok ketua komite kok adik kandung Kepala Sekolah kan lucu," tukasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati Winarto mengungkapkan, masalah itu sudah ditangani oleh tim dan dalam proses.

"Ditangani tim, masih dalam proses," ujarnya singkat. 

Disinggung apakah pihak sekolah sudah dipanggil apa belum, dirinya enggan memberikan tanggapan sampai berita ini dipublikasikan.(WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.