Header Ads

https://bizlawnews.id/

RUU Cipta Kerja Disetujui DPR; Dua Pimpinan Organisasi Buruh Diundang ke Istana

Fraksi PKS dan Partai Demokrat tegas menolak RUU Cipta Kerja. Foto : Ant.

Jakarta -
Prediksi banyak pihak soal gerak cepat untuk memuluskan pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi kenyataan. Setelah pembahasan sampai malam di akhir pekan, Sabtu (3/10), pada hari ini, Senin (5/10), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) menjadi undang-undang dalam rapat paripurna masa persidangan I Tahun Sidang 2020. Mayoritas fraksi menyetujuinya, hanya PKS dan Partai Demokrat yang tegas menolaknya.

Meskipun banyak pihak menentangnya, toh tetap saja jalan terus kejar setoran. Aksi buruh dan mahasiswa pun tak menyurutkan langkah para wakil rakyat itu mengesahkannya.

Namun, ada yang lebih heran lagi. Ketika buruh dan mahasiswa mendatangi gedung wakil rakyat, ternyata petinggi dua organisasi buruh mendatangi Istana Negara. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal pada Senin (5/10) siang mendatangi Istana Kepresidenan untuk menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kedatangan keduanya bertemu Jokowi menurut pengakuan mereka untuk membahas RUU Cipta Kerja. Diketahui Andi dan Said merupakan kedua pimpinan organisasi buruh yang menolak RUU Ciptaker.

Andi mengaku kedatangannya mendapat undangan dari Jokowi.

"(Diundang Jokowi) tadi malam," ujar Andi kepada wartawan di Komplek Istana Kepresidenan.

Sementara, Said Iqbal menyampaikan Jokowi masih mempertimbangkan tuntutan para buruh dalam RUU cipta Kerja. Pun dia kemudian menyerahkan kepada Andi Gani untuk memberikan penjelasan kepada awak media.

"Intinya proses pertimbangan lah. Nanti Andi Gani yang akan mem-follow up-nya," ucap Said saat dikonfirmasi wartawan, Senin (5/10/2020).

Kedatangan Andi Gani dan Said Iqbal juga menyusul kabar keduanya diangkat menjadi Wakil Menteri Ketenagakerjaan dan Wakil Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

Mereka pun menolaknya kabar yang berhembus itu. (AR/GR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.