Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Pembangunan Perumahan Subsidi di Desa Tlogorejo Pati Mangkrak

Spanduk promosi rumah bersubsidi yang diprioritaskan untuk ASN, Polisi dan TNI ini proses pembangunannya mangkrak. Belum diketahui penyebabnya. Masyarakat Desa Tlogoreja, Kecamaan Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah mempertanyakan mengapa pembangunan rumah bersubsidi mangkrak. Foto : Wisnu. 

PATI
- Masyarakat Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah mempertanyakan program pembangunan 1 juta rumah dari pemerintah di daerahnya yang terbengkalai. 

Pembangunan rumah yang dibangun sejak 2018 lalu dan dipastikan sudah bisa ditempati pada 2019, namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjut dari pihak rekanan yang mengerjakan. 

Dari data yang dihimpun, Perumahan subsidi dari pemerintah yang diresmikan oleh mantan Kapolres Pati AKBP Jon Wesley bersama Bupati Pati Haryanto dan Bank BRI Cabang Pati serta PT Griya Lima Garuda pada Jumat (22/3/2019) silam hanya 19 unit yang dikerjakan. Padahal sesuai target, jumlah rumah yang akan dikerjakan sebanyak 250 unit dengan 3 tipe yang bervariasi dengan anggaran Rp 25 milyar.

"Untuk tindak lanjutnya kami tidak tahu, karena sampai saat ini untuk listrik, air, bahkan tukang masak informasinya juga belum dibayar," ungkap Karnoto, aparatur Desa Tlogorejo kepada wartawan beberapa waktu lalu. 

Dari target 250 unit rumah, yang baru dikerjakan sebanyak 19 unit. Foto : Wisnu. 

Menurutnya, pembangunan perumahan subsidi itu hingga saat ini tidak ada kelanjutan, bahkan untuk aktivitas pekerja juga sudah tidak ada. "Alasan mangkrak, saya belum bisa menyimpulkan, karena tidak sesuai dengan target, dan sejauh ini saya tidak tahu. Saya hanya diundang saat peresmian saja yang dihadiri Kapolres Pati dan Bupati Pati," tambah Karnoto.  

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Tlogorejo Iriana. Menurutnya, pihak desa tidak pernah dilibatkan dalam pembangunan rumah subsidi tersebut, bahkan untuk perijinan pembangunan rumah juga tidak melalui desa.

"Untuk ijin tidak tahu, itu tanah siapa dan punya siapa saya juga tidak tahu," tukas Iriana. 

Terkait soal pembangunan rumah subsidi dari pemerintah yang rencana akan diprioritaskan bagi anggota Polri, TNI, ASN (Aparatur Sipil Negara), Kapolres Pati AKBP Ari Safaat ketika hendak dikonfirmasi di kantornya sebanyak 2 kali, dari ajudannya mengaku bahwa Kapolres masih melakukan vidcon (video conference). Sementara itu, Kasubag Humas AKP Harning pada Kamis (2/10/2020) ketika ditemui menegaskan bahwa perumahan subsidi pemerintah yang diresmikan mantan Kapolres Pati AKBP Jon Wesley yang dibangun itu tidak ada kaitannya dengan Polres Pati, dan pihak Polres tidak pernah melakukan MoU dengan rekanan yang mengerjakan pembangunan perumahan tersebut. Padahal saat itu, pernyataan mantan Kapolres Pati AKBP Jon Wesly di media saat peletakan batu pertama, mengaku bahwa pembangunan perumahan itu juga sesuai program promoter Kapolri, yakni peningkatan kesejahteraan anggota Polri. 

"Pihak Polres tidak ada kaitannya dengan perumahan itu, karena tidak ada MoU dengan pihak rekanan, jadi salah besar kalau itu perumahan milik Polri," jelas Harning. 

Disinggung soal peletakan batu pertama yang dilakukan mantan Kapolres Pati, Harning sendiri mengaku tidak bisa jawab, karena itu kewenangan dari pimpinan. "Kalau itu saya tidak tahu, karena kewenangan pimpinan," ujarnya. 

Sekedar diketahui, Perumahan JW Griya Lima Garuda adalah perumahan subsidi dari pemerintah yang diprioritaskan bagi anggota Polri, TNI, dan ASN (Aparatur Sipil Negara). Ada tiga tipe rumah yang dibangun, yakni tipe 30 sebanyak 65 unit, tipe 32 sebanyak 125 unit, dan tipe 42 sebanyak 60 unit. 

Proyek pengembangan perumahan yang diproyeksi akan siap huni pada Juni 2019 tersebut pembiayaannya disupport oleh Bank BRI, sehingga harga unit rumahnya tergolong murah."Tipe 30 merupakan rumah bersubsidi. Adapun tipe 32 dan 42 adalah tipe komersial. Total nilai proyek perumahan ini sekitar Rp 25 miliar," ujar Managing Director PT Griya Lima Garuda Fadri Effendy melalui media beberapa waktu lalu.(WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.