Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Pemerintah Alokasikan Anggaran Rp2,6 triliun untuk Pendidikan Keagamaan termasuk Pesantren

Pemerintah berencana menggelontorkan dana sebesar Rp2,6 triliun untuk pendidikan keagamaan termasuk pesantren untuk mengantisipasi dampak pandemi covid-19. Foto : Ist.
Jakarta - Hari Santri Nasional. Ya, hari ini, 22 Oktober, diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Hal ini sebagai salah satu wujud pemerintah untuk menghormati pendidikan keagamaan yang sudah berusia lama dan mengakar di bumi pertiwi itu. 

Pesantren di masa pandemi covid-19 ini juga merupakan sektor yang terkena imbasnya. Aktivitas pesantren lebih banyak ditutup, dan para santrinya dirumahkan dan pembelajaran dengan sistem daring. 

Mencermati kondisi demikian, Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Kamis (21/10) ini berjanji akan menggelontorkan dana sebesar Rp2,6 triliun untuk pendidikan keagamaan termasuk pesantren.

"Pemerintah memberikan alokasi hingga Rp 2,6 triliun di dalam rangka menyiapkan pesantren, untuk bisa beradaptasi terhadap kebiasaan baru akibat adanya pandemi Covid-19 atau new normal," ujarnya dalam peringatan Hari Santri 2020, Kamis (22/10/2020).

Menurutnya, alokasi anggaran itu tidak hanya dukungan bagi pesantren saja tapi juga pendidikan keagamaan di tengah pandemi Covid-19 ini. Dari total anggaran itu, dialokasikan Rp 2,38 triliun untuk pendidikan keagamaan.

"Bantuan tersebut adalah untuk membantu operasi pendidikan dari lembaga pesantren dan Madrasah Diniyah, Takmiliyah, lembaga pendidikan Alquran sebesar Rp 2,38 triliun," kata dia.

Selain itu, anggaran juga dialokasikan Rp 211,7 miliar untuk pembelajaran online atau daring bagi pesantren selama tiga bulan.

Pemerintah juga memberikan bantuan berupa insentif bagi guru, ustaz, dan pengasuh pondok pesantren melalui bantuan sosial. Kemudian ada juga bantuan pembangunan atau perbaikan prasarana seperti tempat wudhu, wastafel hingga tempat cuci tangan di 100 pesantren yang tersebar di 10 Provinsi.

"Ada juga bantuan dari berbagai anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) yang mencapai lebih dari Rp 991 miliar," tegasnya. (AR/CN)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.