Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Pj. Sekretaris Daerah : Pemkot Tikep Akomobir TTP Sebesar Rp 60 Milyar

ASN Kota Tikep saat melakukan aksi di DPRD Kota Tikep beberapa waktu lalu. Pj. Sekda mengakomodir aspirasi ASN memgenai TTP.

Tidore
- Desakan para aparatur sipil negara (ASN) Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara agar anggaran Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) dikembalikan ke angka Rp 75 miliar tampaknya sulit direalisasikan.

Pasalnya, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Tikep telah memutuskan tidak lagi menggelar rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan kini memutuskan merasionalisasi anggaran TPP sebesar Rp 60 miliar.

Pj Sekretaris Kota Tikep M. Miftah Baay saat dikonfirmasi menjelaskan, alasan TAPD tidak bisa mengakomodir desakan ASN lantaran kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan.

“Jika dipaksakan tidak bisa, apalagi dana transfer kita menurun sampai Rp 79 miliar dari target pendapatan yang dirancang. Tentu perlu penyesuaian, makanya penyesuaian yang kita dapat berkisar diangka Rp 60 miliar, tapi itu juga masih sangat berat,” ungkap Mifah, Senin (19/10).

Miftah mengaku, dengan adanya penurunan dana transfer sampai sejauh ini TAPD masih terus melakukan rasionalisasi anggaran untuk menjaga posisi keuangan tetap berimbang. Rasionalisasi anggaran yang dilakukan di antaranya memangkas anggaran perjalanan dinas setiap SKPD maupun Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

“Termasuk juga kegiatan yang di-refocusing 2020 yang mana dalam pembahasan sebelumnya harus dipaksakan masuk di 2021 juga tidak semua bisa terakomodir. Karena kegiatan yang di-refocusing di 2020 kisaran anggaran sudah mendekati Rp 80 miliar, baru di lain sisi dana transfer menurun Rp 79 miliar. Tentu ini sangat berat jika seluruhnya dipaksakan diakomodir,” terangnya.

Miftah bilang, sejauh ini TAPD masih terus melakukan rasionalisasi anggaran baik belanja pegawai hingga belanja modal.

“Karena kami menjaga jangan sampai belanja pegawai lebih tinggi dari belanja publik,” ujarnya.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.