Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Tunda Pembangunan Reklamasi Pantai Sanana Kepsul, Hendrata Tegaskan Perencanaannya Harus Matang

Hendrata Thes ketika menjawab pertanyaan masyarakat di Desa Falahu, Kecamatan Sanana, Kepsul, Maluku Utara, soal kelanjutan reklamasi pantai yang berada di daerahnya, Kamis (1/10/2020). Foto : Ekhy Drakel. 

Sanana -
Reklamasi pantai sering kali membawa perdebatan di masyarakat. Banyak masyarakat yang mempertanyakan tujuan reklamasi itu dilaksanakan, karena membawa dampak lingkungan yang tidak ringan. Meskipun demikian, reklamasi juga kerap ditempuh lantaran untuk tujuan tertentu. 

Reklamasi pantai juga dilakukan di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara. Proyek reklamasi ini dibangun sejak masa pemerintahan Ahmad Hidayat Mus (AHM). AHM merupakan Bupati Kepsul yang menjabat selama dua periode. 

Reklamasi pantai itu dimulai dari Desa Fogi, Desa Fatce hingga ke Desa Falahu di Kecamatan Sanana. Proyek reklamasi ini, kini masih dalam proses pengerjaan. Nilainya tentu tidaklah kecil. Masyarakat mulai mempertanyakan proyek reklamasi itu. Selain proses pengerjaannya yang hingga kini belum tuntas, juga akibat dari adanya proyek reklamasi itu ada di beberapa titik di Desa Falahu telah dihantam ombak hingga temboknya retak dan terjadi abrasi yang berdampak ke pemukiman warga sekitar.

Bupati Kepsul Hendrata Thes yang saat ini sedang cuti kampanye saat berkunjung di Desa Falahu. Kamis (01/10/2020) malam, mengungkapkan pemerintahan sekarang ini masih belum melanjutkan proses reklamasi itu karena akan menjadi permasalahan bila dilanjutkan.

"Perlu masyarakat ketahui, bahwa kenapa sampai pemerintah saat ini belum mau melanjutkan proyek reklamasi pantai tersebut. Berikut ini alasannya, kalau kita melanjutkan pekerjaan tersebut maka banyak orang bakal masuk penjara gara-gara proyek tersebut," ungkap Hendrata Thes. 

Ia menegaskan, perlu perencanaan matang untuk melanjutkan proyek reklamasi pantai itu. "Perencenaan pembangunan proyek reklamasi tersebut yang dilakukan pemerintah sebelumnya semuanya kaki-kepala. Oleh karena itu, kita harus menyusun kembali perencanaannya baru bisa dilanjutkan pekerjaannya. Kalau kita melanjutkan pekerjaan tersebut tanpa menyusun kembali perencanaannya maka banyak anak negeri akan masuk penjara gara-gara proyek reklamasi itu," jelasnya. 

"Pihak pemerintah daerah harus mengikuti aturan dan memulai dari awal dalam penyusunan kembali perencanaannya, mulai dari feasibility study (Studi Kelayakan,-red), master plan sampai pada analisis dampak lingkungannya. Kita tidak bisa melanjutkan pekerjaan pembangunan reklamasi itu karena harus ada solder dalam hal ini harus di-bor dulu untuk mengukur kira-kira berapa kekuatannya. Karena reklamasi pantai itu laut yang ditimbun, bukan tanah asli," papar Hendrata.

Hendrata Thes pun balik bertanya, "Kira-kira kalau kita melanjutkan pekerjaan itu tanpa harus menyusun kembali prencanaannya yang baik, lalu tiba-tiba saja bangunan itu rubuh (roboh,-red) dan kemudian mengakibatkan banyak orang akan masuk penjara. Kira-kira siapa yang mau bertanggungjawab? Saya tidak mau terjadi seperti itu." 

Hendrata juga mengutarakan, proses pembangunan reklamasi pantai itu juga terkendala oleh pandemi Covid-19. "Ketika perencanaan yang baik sudah dibuat dan baru akan mulai, tiba-tiba saja kita dihadapkan pada pandemi Virus Corona (Covid-19) dan akhirnya kita sudah tidak bisa bergerak lagi.  Tapi inshaAllah tahun depan kita sudah akan membangun dan menyelesaikan reklamasi pantai itu," ujar Hendrata. 

Ia menandaskan, jangan memandang reklamasi pantai itu ada di belakang, namun akan menjadi di depan. "Saya bercita-cita membuat konsep reklamasi pantai ini semakin bagus dan tidak merusak lingkungan. Siapa yang sudah pernah pergi ke Bali? reklamasi pantai ini akan dibuat seperti itu," ucapnya.

"Reklamasi pantai ini konsepnya dulu adalah ruko, namun menurut saya ruko terlalu sederhana dan terlalu memakan biaya, sehingga kita harus membuat konsepnya lebih tinggi semacam mall ke depan, tapi Mall yang menjadi kebanggaan kita orang Sula," cetusnya. (EDL)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.