Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Survey Menunjukkan HT-UMAR Ungguli Kandidat Lainnya

Hendrata Thes menyampaikan orasi politiknya di Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Kepulauan Sula, Sabtu (24/10/2020).       Foto : Sarmin Drakel.

SANANA
- Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula, Maluku Utara, nomor urut 1 Hendrata Thes dan Hi.Umar Umabaihi (HT-UMAR), Sabtu (24/10/2020), melakukan kampanye putaran kedua di desa kelahiran Hendrata Thes yaitu Desa Fagudu, Kecamatan Sanana.

Hendrata Thes dalam orasi politiknya membeberkan dua hasil survey yang telah keluar. Dari dua hasil survey itu HT-UMAR unggul jauh dari paslon FAM-SAH dan ZADI-IMAM."Hari ini saya ingin memberitahukan bahwa dua hasil survey kami sudah keluar, dari hasil survey itu HT-UMAR sudah melambung jauh di atas," ungkapnya.  

Selain itu, dalam orasi politiknya, Hendrata Thes meminta agar masyarakat selalu menjaga hubungan persaudaraan. "Torang ini orang basudara jadi harus baku bawa baik-baik, momen politik ini tujuannya untuk memilih pemimpin. Siapa yang terbaik maka warga pasti memilihnya, tidak usah kita saling berkelahi. Hidup itu tenang dan harus selalu damai," pintanya.  

Hendrata mengatakan bahwa, indikator kemenangan itu adalah tim terbentuk dan bekerja dengan solid di lapangan, kemudian tim bekerja itu harus berdasarkan hasil survey. 

"Tetangga sebelah sering mengatakan bahwa HT-UMAR akan kalah di Desa Fagudu. Silahkan mereka bilang,  tapi mereka lupa kalau saya dan semua orang yang hadir pada malam ini juga adalah orang Fagudu," tukas Hendrata.

Hendrata menambahkan, dalam Pilkada tahun 2015 dirinya yakin tidak semua orang Fagudu bersama dengannya. Ia yakin, dalam pilkada 2020 ini,  masyarakat Fagudu akan bersama HT-UMAR dan memberikan kesempatan satu kali lagi buat Hendrata untuk membangun dan memajukan Kepulauan Sula. 

"Mereka yang sering bilang saya akan kalah di Desa Fagudu itu, jadi saya mau bilang bahwa tidak apa-apa, karena angkanya tunggu di tanggal 9 Desember, baru kita lihat bahwa siapa yang kalah dan siapa yang menang," katanya.

"Kalau cuma palu-palu di tempat itu sama seperti teteruga tapalaka (penyu terbalik).Teteruga itu kalau dia terbalik itu dia hanya bisa paka-pada dada tapi tidak bisa balik," pungkas Hendrata.(EDL)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.