Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Tak Elok Mengandalkan SARA dalam Kampanye Pilkada

Kampanye Paslon ZADI-IMAM di Desa Fatce Kecamatan Sanana. Foto : Ekhy Drakel


Sanana 
- Perhelatan pemilihan kepala daerah jangan sampai membuat persaudaraan menjadi retak. Jangan sampai isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) menjadi jualan dalam kampanye. Hal itu selain tidak elok jufa dapat menyebabkan keretakan dalam hidup bermasyarakat.

Perhelatan pemilihan kepala daerah seyogianya menjadi ajang penyampaian visi-misi, gagasan,maupun program kerja untuk membangun Kabupaten Kepulauan Sula. Jangan sampai nilai-nilai yang sudah ada di masyarakat seperti hidup rukun berdampingan dalam suasana sosial budaya yang heterogen menjadi terdistorsi karena kampanye SARA.

Kampanye yang diduga mengenai SARA itu diduga dilontarkan Calon Wakil Bupati Kapulauan Sula bernomor urut 2 Hi.Ismail Umasugi yang berpasangan dengan Hi.Zulfahri Abdula Duwila. Pada kampanye di hari Sabtu (10/10) bertempat di Desa Fatce, Kecamatan Sanana, dirinya diduga menggunakan isu suku dalam orasi politiknya. Ia diduga menyerang pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Kepulauan Sula nomor urut 1 Hendrata Thes dan Hi.Umar Umabaihi (HT-UMAR) serta paslon nomor urut 3 Fifian Adeningsi Mus dan Hi.Saleh Marasabessy (FAM-SAH).

Pada kampanye paslon nomor urut 2 Hi.Zulfahri Abudula Duwila dan Hi.Ismail Umasugi (ZADI-IMAM) di Desa Fatce Kecamatan Sanana pada Sabtu (10/10/2020) malam, calon wakil bupati Hi.Ismail Umasugi mengatakan, jangan lagi memberikan kesempatan kepada orang China untuk menjadi bupati lagi, karena kalau Hendrata jadi bupati lagi maka lima tahun ke depan Hendrata akan membuka karpet agar adiknya berjalan di atas karpet untuk maju mencalonkan diri sebagai bupati di Sula lagi.

Ia juga menguatarakan pada kesempatan itu, apabila pada hari ini masyarakat Sula mendukung Fifian Adeningsi Mus dan kemudian dia lolos menjadi bupati di Sula, maka akan muncul keluarga Mus-Mus yang berikutnya. "Terakhir kit pia sua dad maus mua (Terakhir torang orang Sula jadi masa abis) karena masih banyak keluarga Mus yang antre," serang Ismail.

"Ini adalah tanah kita, bukan tanah milik orang Taliabu bahkan bukan tanah milik orang China. Olehnya itu mari kita putuskan jaringan ini agar ke depan anak cucu kita biasa lagi jadi bupati di negeri ini," imbuhnya.

Ismail juga menguatarakan, hingga kini dirinya belum menyampaikan visi-misi maupun program-program apa yang akan dilaksanakannya bersama Zulfahri.Buat karena ini baru kampanye putaran pertama, masi ada kampanye dua putaran lagi," pungkasnya. (Sarmin Drakel)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.