Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Jadi Tersangka, Edhy Prabowo Mundur dari Menteri KKP dan Waketum Gerindra

Edhy Prabowo sudah mengenakan rompi oranye setelah menjalani pemeriksaan di KPK. KPK telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka. Foto : Ist.

Jakarta -
Setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Edhy Prabowo, sang kader Gerindra itu terlihat di hadapan publik sudah memakai baju oranye sekitar pukul 23.30 WIB, Rabu (25/11). 

Tak berselang lama, KPK pun memberikan keterangan bahwa status Edhy Prabowo sudah dinaikkan menjadi tersangka. 

Sejurus kemudian, Edhy Prabowo mengutarakan ke publik, dirinya mengundurkan diri dari jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. 

Ia juga meminta maaf kepada seluruh keluarga besar Partai Gerindra dan dia menyatakan mundur dari jabatan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. Edhy menandaskannya pada Kamis (26/11) dini hari. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menunjuk Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan ad interim sejak Edhy Prabowo ditangkap KPK. 

Proses pengunduran diri Edhy pun juga sudah diproses. 

Sementara itu, istri Edhy Prabowo, Iis Rosita, yang turut ditangkap dilepaskan KPK. Ia tidak termasuk 6 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"KPK menetapkan 7 Orang Tersangka, masing-masing sebagai Penerima EP, SAF, APM, SWD, AF, dan AM. Sebagai pemberi, SJT," ujar Wakil Ketua KPK, Nawawi Pamolanngo di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020).

Penetapan tersangka ini dilakukan usai KPK melakukan gelar perkara. KPK menyimpulkan adanya dugaan korupsi berupa penerimaan suap atau janji oleh penyelenggara negara."KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh Penyelenggara Negara terkait dengan perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020," tutur dia.

Edhy dan 4 orang tersangka lainnya akan ditahan di rutan KPK. Penahanan terhitung selama 20 hari ke depan. Sementara 2 orang lainnya diminta untuk menyerahkan diri.

"Para tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari terhitung sejak tanggal 25 November 2020 sampai dengan 14 Desember 2020. Masing-masing bertempat di rutan KPK cabang Gedung Merah Putih. Itu untuk tersangka EP, SAF, SWD, AF dan SJT," katanya.

"Untuk dua orang tersangka saat ini belum dilakukan penahanan dan KPK mengimbau kepada kedua tersangka yaitu APM dan AM untuk segera menyerahkan diri ke KPK," imbuhnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.