Header Ads

https://bizlawnews.id/

Dirjen Perhubungan Darat Kukuhkan Marine Inspector dan Ahli Kesyahbandaran TSDP

Dirjen Perhubungan Darat mengukuhkan 63 orang marine inspector, 57 orang asisten marine inspector, 54 orang ahli ukur kapal, 60 orang syahbandar, dan 60 orang syahbandar pembantu di Tangerang, Selasa (15/12). Foto : Humas. 

Jakarta -
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Selasa (15/12)  bertempat di Tangerang melakukan pengukuhan terhadap 63 orang marine inspector, 57 orang asisten marine inspector, 54 orang ahli ukur kapal, 60 orang syahbandar, dan 60 orang syahbandar pembantu.

Selain itu juga dilakukan kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Fungsi Pengawasan Operasional Transportasi Sungai Danau Penyeberangan ( TSDP).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, yang hadir melalui sambungan virtual dalam kegiatan pengukuhan tersebut menyampaikan bahwa keahlian kompentensi yang ada di Direktorat TSDP ini merupakan sebuah hal baru dan sebagai wujud dari implementasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 122 Tahun 2018 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan.

“Saya mengucapkan selamat pada rekan-rekan yang baru dilantik. Saya kira keahlian kompetensi ini memang baru di kita. Jangan kemudian setelah menerima penugasan ini kita euphoria, merasa senang atau merasa tidak sesuai dengan apa yang kita kerjakan. Di satu sisi ini hikmah dan amanah yang diberikan kepada kita untuk kita jalankan dengan maksimal dan berdedikasi.  Harapan saya setelah ini kita jangan tinggal diam, kita tunjukkan pada pelaku industri sungai, danau, dan penyeberangan bahwa kita mampu melaksanakan ini,” pesan Dirjen Budi. 

Dirjen Budi menambahkan juga bahwa Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) sebagai ujung tombak petugas di syahbandar sehingga diminta untuk menciptakan program yang aktual dan implementatif agar semakin mengasah keterampilan para petugas sehingga maksimal dalam memberikan pelayanan.

“Sampai saat ini fungsi keselamatan dan keamanan TSDP belum dapat dilaksanakan Ditjen Hubdat sepenuhnya karena masih mempersiapkan regulasi, kompetensi, sarana, prasarana, dan penganggaran kelembagaan. Dengan pelantikan ini kita harapkan dapat menunjukkan tanggung jawab dan kemampuan kita. Saya minta kepada BPTD yang memiliki wilayah sungai dan danau untuk mengoptimalkan bagi kepentingan masyarakat. Mulai tahun depan 2021 kita akan banyak perencanaan pembangunan dermaga untuk sungai dan danau, kalau penyeberangan mungkin tinggal kita kembalikan di sisi terminalnya,” jabar Dirjen Budi.

Dalam sambutannya ini, Dirjen Budi beberapa kali menegaskan bahwa pada tahun 2021 mendatang, fokus pembangunan Ditjen Hubdat akan mengarah pada sungai dan danau. Ia juga menekankan bahwa SDM adalah investasi yang berharga bagi organisasi. 

“Saya minta bagi Direktorat TSDP untuk meneruskan pembangunan beberapa regulasi di bidang TSDP. Di samping itu juga saya minta para kepala BPTD agar berkoordinasi dengan baik kepada semua stakeholder di wilayah kerjanya, termasuk meminta bantuan  teknis dengan Direktorat TSDP terutama yang berkaitan dengan pengawasan kelaiklautan kapal SDP dan penegakan hukum SDP,” demikian pungkas Dirjen Budi.

Personil yang dikukuhkan   itu merupakan bagian untuk menambah kesiapan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang keselamatan dan keamanan Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (TSDP) maka sejumlah personil Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan  telah menerima sejumlah diklat dan bimbingan teknis. 

Adapun diklat dan bimbingan teknis tersebut telah diberikan oleh BP2TL Ditjen Perhubungan Laut, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan Politeknik Transportasi SDP Palembang. (SFL)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.