Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Jika Molor Penyelesaian, Lima Rekanan Dinas PUPR Pati Terancam Masuk Daftar Hitam

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pati, Faizal, menandaskan batas penyelesaian 30 Desember 2020, apabila lewat lima rekanan bakal didenda dan dimasukkan dalam daftar hitam. Foto : Wisnu. 

PATI 
- Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, memberikan peringatan kepada lima rekanan yang mengerjakan proyek pembangunan trotoar yang berada di lima titik jalan ibukota kabupaten. Kelima rekanan itu terancam mendapatkan denda apabila tidak bisa mencapai target penyelesaian yang sudah ditetapkan pada 30 Desember 2020.

Hal tersebut disampaikan Kepala DPUTR Kabupaten Pati Faizal kepada wartawan, Selasa (15/12/2020) di ruang kerjanya.

Menurutnya, untuk kontrak kerja harus selesai akhir tahun 2020, karena disesuaikan dengan pembayaran pada 30 Desember 2020. Bagi rekanan yang belum bisa menyelesaikan kegiatan akan minta perpanjangan waktu sampai 50 hari kalender, hanya saja hal itu harus sesuai dengan aturan yakni dengan membayar denda misalnya untuk 1 mil/hari dari nilai anggaran.

"Jadi kalau rekanan tidak bisa mencapai target penyelesaian sampai 50 hari kalender akan didenda, tapi kalau lebih akan kita backlist," tegasnya.

Salah satu proyek trotoar yang harus diselesaikan maksimal 30 Desember 2020. Foto : Wisnu. 

Faizal mengatakan, proyek pembangunan trotoar dengan anggaran Rp 21 milyar, bersumber dari bantuan Provinsi Jawa Tengah tahun 2020. Proyek itu mulai dikerjakan sejak Oktober 2020 lalu, dan untuk kontrak akhir penyelesaian sampai 30 Desember 2020.

"Ada 6 titik lokasi trotoar di ibukota Kabupaten yang dikerjakan, diantaranya Jalan Panglima Sudirman, Jalan Jiwonolo, Jalan Pemuda, Jalan Wachid Hasim, Jalan Tentara Pelajar, dan Jalan M H Thamrin. Untuk kontrak kerja harus selesai akhir tahun 2020, karena disesuaikan dengan pembayaran pada 30 Desember 2020," tandasnya. 

Saat ini, masih menurut Faizal, untuk pembangunannya sudah mencapai 70 sampai 90 persen, hanya saja yang dikawatirkan terkendala dengan cuaca, apalagi sebelumnya untuk kendala recofusing juga berpengaruh dengan keterlambatan pembangunan proyek.

"Kemarin sebelumnya kita terkendala dengan recofusing, sehingga waktunya mepet, namun kita pastikan pekerjaan ini bisa selesai," pungkasnya.(WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.