Header Ads

https://bizlawnews.id/

Pemda Lamban Tangani Kerusakan Jalan Berlobang di Pati

Jalan rusak di Kabupaten Pati tak kunjung diperbaiki sehingga membahayakan penguna jalan, terutama roda dua. Foto : Wisnu.

Pati -
Masyarakat wilayah Pati Selatan mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Pati untuk segera memperbaiki sejumlah jalan rusak yang ada di beberapa titik. Pasalnya, apabila hujan, kerusakan yang terjadi mengakibatkan sejumlah jalan berlobang penuh dengan genangan air.

Amatan media, kerusakan jalan akibat curah hujan itu terjadi seperti di sepanjang jalan Pati - Gabus, Gabus - Winong, Tambakromo - Kayen dan beberapa titik di Kecamatan lain. Masyarakat yang melintas harus ekstra hati-hati dan antri untuk menghindari lubang-lubang yang ada lantaran banyak digenangi air.

"Kalau bicara masyarakat yang jatuh, akibat menghindari lubang yang digenangi air itu sudah berkali-kali, dan sejauh ini Pemda kami anggap kurang serius menangani untuk memperbaiki," ungkap Dhika, salah satu pengendara motor ketika melintas Kamis (18/12/2020).

Pemkab Pati beralasan terkendala refocusing anggaran, sehingga belum diperbaiki. Foto : Wisnu.

Senada juga disampaikan Budi, salah satu warga Kecamatan Gabus. Menurutnya, kerusakan jalan seperti di jalur Gabus - Winong dalam 1 minggu sudah hampir 10 orang yang mengalami kecelakaan. Hal itu terjadi karena masyarakat yang melintas tidak mengetahui adanya jalan yang berlobang yang digenangi air.

"Kita hitung dalam minggu kemarin, mungkin hampir 10 orang yang kecelakaan, tapi untung korban hanya luka-luka dan tidak sampai meninggal, dan kecelakaan itu terjadi mungkin pengendara yang melintas tidak tahu kalau lobang yang tergenang air itu dalam," katanya. 

Budi juga menyesalkan dengan sikap pemerintah daerah yang kurang tanggap dalam mengatasi perbaikan jalan.

"Mungkin pemerintah menunggu korban meninggal dulu baru diperbaiki, karena respon untuk memperbaiki sangat lamban," sindir Budi. 

Sementara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati Faizal mengaku ada beberapa titik ruas jalan yang rusak akibat terjadinya curah hujan dalam beberapa hari ini. Kerusakan ini terjadi bukan hanya jalan milik Kabupaten yang kategori kelas 3, namun juga pada jalan nasional yang kategori kelas 1 juga banyak yang berlobang.

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Pati Faizal

"Memang saat ini banyak jalan yang rusak dan berlobang akibat curah hujan, dan kita juga sudah berupaya untuk melakukan penambalan di beberapa titik," ujarnya.

Untuk perbaikan, lanjutnya, Pemerintah hanya memberikan anggaran sekitar Rp 5 milyar untuk tahun 2021, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang mencapai Rp 10 milyar. Hal itu terjadi karena terkendala dengan recofusing hingga untuk perbaikan jalan tidak bisa maksimal.

"Untuk tahun depan (2021, -red), kita fokus perbaikan jalan wilayah kecamatan Jaken - Jakenan - Puncak Wangi, padahal seharusnya tahun ini tuntas, tapi kita terkendala dengan recofusing, yang mengakibatkan banyak kegiatan tertunda," ungkapnya. 

Saat ini, dengan anggaran terbatas, pihaknya hanya melakukan pemeliharaan jalan, dan tahun depan untuk perbaikan jalan tidak bisa mencapai target maksimal, karena harus disesuaikan dengan anggaran yang ditetapkan.(WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.