Header Ads

https://bizlawnews.id/

Viral, Video Massa Pendukung Gibran Luapkan Kegembiraan Usai Pilkada di Solo

Surakarta - Seperti yang diprediksikan sebelumnya, putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka bakal menang mudah di Pemilihan Wali Kota Surakarta. Sejumlah lembaga survei telah merilis hasil hitung cepatnya, angkanya begitu njomplang, 87% lebih kemenangan Gibran - Teguh Prakosa. 

Imbas kemenangan ini, publik pendukungnya bereuforia. Sebuah video konvoi massa yang diduga terjadi seusai perhelatan tahapan pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Solo 2020 tersebar di media sosial seperti facebook, instagram, maupun Whatsapp (WA).

Dalam video tersebut, massa berjumlah banyak sekali berkerumun dan mengendarai sepeda motor. Suara knalpot 'brong' memekakkan telinga dan ada diantara mereka yang membawa bendera PDI Perjuangan.

Diketahui, konvoi massa diduga terjadi di daerah utara Jembatan Keris, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Sejumlah orang berpakaian loreng merah bertuliskan Guraklih PDIP tampak mengarahkan massa tersebut supaya tak masuk ke pusat Kota Solo.

Ketua Tim Pemenangan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa, Putut Gunawan mengungkapkan 70 sampai 100 sepeda motor berknalpot brong sudah diarahkan.

Dia membenarkan ada video tersebut.

"70 sampai 100 sepeda motor diarahkan Satgas agar tidak masuk ke pusat kota," kata Putut kepada sebagaimana dikutip TribunSolo.com.

"Misalnya di utara Jembatan Keris dibelokan ke arah Nayu supaya tidak masuk ke Gilingan," tambahnya.

Putut belum bisa memastikan massa yang turut dalam konvoi tersebut merupakan kader dan simpatisan PDI Perjuangan atau tidak.

"Itu kader atau bukan kita tidak bisa jawab. Kita hanya dapat laporan foto dan video saja," ucapnya.

Putut menyayangkan adanya konvoi massa tersebut di tengah pandemi Covid-19.

Apalagi Ketua DPC PDI Perjuangan, FX Hadi Rudyatmo sudah menginstruksikan supaya konvoi atau selebrasi kemenangan ditiadakan.

"Kita sudah berusaha sekuat tenaga dengan mengimbau," tuturnya.

Putut mengatakan saksi berat menanti para kader yang kedapatan ikut serta dalam konvoi massa.

Pemberhentian menjadi satu diantaranya.

"Bisa sampai ke pemberhentian. Tergantung evaluasi dan penilaian," kata dia.

"Itu karena membangkang instruksi Ketua DPC, melanggar aturan lalu lintas, dan melanggar protokol kesehatan," tandasnya.(TS/SR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.