Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Dirut Rumah Sakit : Pegawai RSUD Tikep Akan Divaksin

Pegawai RSUD Kota Tikep akan dilakukan vaksinasi. Foto : Sukadi

Tidore 
– Sebanyak 300 tenaga kesehatan yang berada di Rumah Sakit Daerah (RSD) kota Tidore kepulauan telah terdaftar dalam aplikasi pedulilindungi kementerian kesehatan bakal terlebih dahulu di Vaksinasi.


Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Tidore kepulauan Safrizal Maradjabesi. saat di konfirmasi. membenarkan bahwa dari 500 pegawai rumah sakit yang di daftarkan ke kementerian kesehatan yang telah memasukan NIK sudah 300 sudah mendapatkan SMS untuk di vaksin.


"Mereka sudah memenuhi kriteria untuk menerima vaksin COVID-19, tenaga kesehatan dipilih setelah dilakukan skrining kesehatan dan dalam kondisi sehat, tidak hamil, serta tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung". Ungkap Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Tidore kepulauan Safrizal Maradjabesi. 


Lanjut Safrizal, untuk kesiapan pihak rumah sakit sendiri sudah siap sesuai instruksi, namun pihaknya belum mendapatkan informasi detail terkait vaksin tersebut.


” Sebenarnya tenaga kesehatan sebagian masih ragu dengan Vaksin Sinovac ini, karena berdasarkan informasi yang beredar dan literatur yang kami peroleh serta tidak ada keterbukaan informasi terkait data penerimaan vaksin sebelumnya, sehingga pantas kalau kami ragu". paparnya


Dia juga menjelaskan. Banyak Nakes di RSD Tidore yang tidak mau di vaksin, ini disebabkan karena berdasarkan data uji coba yang dilakukan tetapi tidak ada keterbukaan informasi soal data uji coba secara medis.


Menurutnya, tingkat kesamaan data antara virus Mers, Sars dan Covid ini punya persamaan sampai tingkat 80 persen secara genetika, tetapi virus Mers dan Sars kita tahu bersama sampai saat ini kurang lebih sudah 12 tahun juga vaksinnya belum valid, sementara Covid yang baru berjalan 1 tahun sudah ada vaksin, ini yang menjadi keraguan juga.


"berdasarkan literasi, saat dilakukan uji coba Vaksin Mers dan Sars kepada binatang 12 tahun lalu, justru efek sampingnya memperkuat gen virus yang berkembang dalam tubuh, namun saat di uji coba dengan vaksin Covid-19 tidak ada efek samping". pungkasnya. 


Sementara, persamaan antara Virus Sars, Mers dan Covid mencapai 80 persen tingkat kesamaan, ini yang dianggap tidak ada keterbukaan data informasi hasil uji coba yang sudah sampai pada tahap 3 ini.


"Jadi intinya vaksin ini belum terlalu yakin, tetapi karena berdasarkan arahan pemerintah dan rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) jadi mau tidak mau harus dipatuhi dan dilaksanakan berdasarkan protokol pemberian vaksin" tegasnya.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.